JABAR EKSPRES – Kebutuhan akan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah permukiman padat Kota Cimahi semakin mendesak. Di tengah meningkatnya risiko kebakaran rumah warga akibat kepadatan hunian dan aktivitas harian, Pemerintah Kota Cimahi menggelar Pembinaan dan Latihan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) Tahun 2025 di Aula Kecamatan Cimahi Selatan.
Pelatihan ini menjadi ruang penting bagi relawan dari berbagai kelurahan untuk memperkuat kemampuan mereka sebagai ujung tombak penanganan awal kebakaran.
Upaya penguatan relawan menjadi perhatian serius Pemkot Cimahi. Melalui rekrutmen dan pelatihan rutin, pemerintah ingin memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dasar dan keterampilan tanggap darurat yang memadai.
Baca Juga:Kejari Cimahi Perkuat Pendidikan Antikorupsi di Kalangan PelajarJelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Cimahi Bergerak Naik: UPTD Pasar Beberkan Penyebab dan Antisipasi
Mereka yang ingin menjadi relawan Redkar wajib memenuhi sejumlah kriteria, seperti usia maksimal 50 tahun, sehat jasmani-rohani, dan tidak terikat dengan institusi lainnya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cimahi pun meluncurkan program ‘Perisai Api’, sebuah inisiatif yang mencakup pelatihan intensif, simulasi lapangan, hingga publikasi edukatif untuk menguatkan kesadaran publik terhadap bahaya kebakaran.
Plt. Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Sugeng, menegaskan pembinaan Redkar merupakan program berkelanjutan yang tak boleh terputus, mengingat meningkatnya kasus kebakaran di area permukiman.
“Ini sudah yang ke-12 dalam tahun ini. Pembinaan harus terus dilakukan karena REDKAR adalah mitra kerja pemadam kebakaran di lapangan,” ujarnya baru-baru ini.
Menurut Sugeng, urgensi keberadaan Redkar tidak bisa dilihat sebatas pelengkap Damkar. Relawan ini memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam penanganan awal sebelum unit pemadam tiba.
“Bisa dilihat, mereka sudah mampu melaksanakan sosialisasi pemadaman. Kalau hanya berharap dari Damkar untuk memberikan sosialisasi ke seluruh Kota Cimahi tentu sulit, karena personel kami terbatas,” jelasnya.
Para relawan, lanjut Sugeng, turut membantu mempersiapkan lokasi, melakukan pengendalian awal, hingga mendampingi anggota Damkar saat kebakaran terjadi.
“Keberadaan mereka menjadi kunci untuk mempercepat respons di lapangan,” imbuhnya.
Baca Juga:Bukan Sekadar Ajang Penghargaan, CHiMA 2025 Jadi Mesin Penggerak Inovasi di Cimahi Dipicu Cuaca Buruk dan Carteran MBG, Harga Kepokmas di Cimahi Naik Tajam Jelang Akhir Tahun
Sugeng juga mendorong masyarakat untuk ikut serta memperkuat barisan relawan. Menurutnya, Redkar ini ujung tombak di lokasi.
“Mereka mempersiapkan area agar pemadam kebakaran bisa melaksanakan tugas dengan baik. Masyarakat yang ingin menjadi relawan bisa langsung mendaftar di wilayahnya,” katanya.
