Pelatihan redkar tidak hanya mencakup materi dari Damkar, tetapi juga BPBD serta unsur lain yang menangani mitigasi bencana.
“Ada pembekalan teknik pemadaman dasar, penyelamatan, hingga prosedur menghadapi situasi darurat,” ujar Sugeng.
Saat ini seluruh anggota Redkar telah mengantongi SK Wali Kota Cimahi sebagai legalitas formal. Namun untuk sertifikasi khusus, Sugeng menyampaikan bahwa baru sebagian relawan yang sudah memilikinya.
Baca Juga:Kejari Cimahi Perkuat Pendidikan Antikorupsi di Kalangan PelajarJelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Cimahi Bergerak Naik: UPTD Pasar Beberkan Penyebab dan Antisipasi
“Kalau SK sudah ada. Untuk sertifikasi masih beberapa orang, yang lain menyusul,” ujarnya.
Sugeng optimistis penguatan kemampuan Redkar akan membuat penanganan kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk lebih efisien dan tepat sasaran, sekaligus meminimalkan risiko kerugian bagi warga.
“Dengan semakin terlatihnya relawan di lapangan, Pemerintah Kota Cimahi berharap respons terhadap kebakaran di permukiman dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujarnya menutup. (Mong)
