JABAR EKSPRES – Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat ke fasilitas pengolahan sampah di kawasan Pasar Caringin, Kota Bandung, dimanfaatkan pengelola pasar untuk memaparkan perkembangan teknologi pengolahan sampah berbasis bioteknologi yang saat ini tengah dikembangkan.
Kepala Badan Pengelola Pusat Perdagangan Caringin Bandung (BP3C), Asep A Syarief Hidayat menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pengelolaan sampah modern yang dilakukan di lingkungan pasar induk tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia beserta jajaran yang telah mengunjungi dan meninjau teknologi pengolahan sampah di Pasar Induk,” ujar Asep saat memberikan pemaparan di hadapan Menteri LH dan rombongan.
Baca Juga:Pertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu MigasWagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum Korban
Dalam kesempatan itu, Asep menjelaskan bahwa teknologi pengolahan sampah yang diterapkan di Pasar Caringin baru mulai beroperasi sekitar tiga bulan terakhir. Meski masih dalam tahap awal, hasil pengolahan disebut sudah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Menurutnya, selama tiga bulan berjalan, sekitar 40 ton sampah pasar berhasil diolah menggunakan teknologi bioteknologi menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Dalam kurun waktu tersebut, sekitar 40 ton sampah pasar telah kami olah menggunakan teknologi bioteknologi yang mampu menghasilkan berbagai produk, seperti pakan ternak, bioetanol, pupuk organik cair, serta limbah yang masih dapat dimanfaatkan kembali,” katanya.
Asep menuturkan, pengembangan teknologi tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan PT Solusi Bioteknologi.
Ia menegaskan bahwa seluruh sistem yang digunakan merupakan hasil pengembangan lokal karya anak bangsa, mulai dari teknologi pengolahan hingga proses distribusinya.
“Seluruh prosesnya merupakan produk lokal karya anak bangsa, mulai dari teknologi pengolahan hingga sistem penyalurannya,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, konsep pengolahan sampah di Pasar Caringin tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga mendorong lahirnya produk turunan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan industri maupun sektor peternakan.
Baca Juga:Kemendikdasmen Kolaborasikan Sejumlah Program dengan DBL Indonesia, Salah Satunya Super TeacherGuru Honorer Tasikmalaya Desak Kejelasan Status dan Gaji, DPRD Siap Dorong ke Pusat
Salah satu produk yang saat ini tengah dikembangkan ialah silase dari limbah organik pasar yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain itu, pengelola juga mulai memproduksi bioetanol dan pupuk organik cair dari hasil pengolahan sampah organik.
