JABAR EKSPRES – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat meninjau langsung sistem pengolahan sampah berbasis bioteknologi di kawasan Pasar Caringin, Kota Bandung.
Dalam kunjungannya, Jumhur mengapresiasi inisiatif pengelolaan sampah yang dinilai tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan sampah modern seperti yang diterapkan di Pasar Caringin menjadi contoh konkret bagaimana sampah dapat diolah menjadi produk bernilai guna sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan ramah lingkungan atau green job.
Baca Juga:Pertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu MigasWagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum Korban
“Ini milik swasta, tetapi sudah berusaha keras mengikuti norma-norma pengelolaan sampah yang baik. Jadi bukan sekadar menghilangkan sampah, melainkan bagaimana sampah itu juga bisa berguna untuk kegiatan ekonomi lainnya,” ujarnya, Minggu (10/5).
Dalam kunjungan tersebut, pengelola memaparkan berbagai produk hasil pengolahan sampah organik pasar. Mulai dari silase untuk pakan ternak, pelet bahan bakar, pupuk organik cair, hingga pengembangan bioetanol.
Bahkan, dari satu kawasan pasar saja, produksi bioetanol disebut mampu mencapai sekitar 30 ribu liter atau sekitar 30 ton per bulan.
Jumhur menilai kapasitas tersebut sangat potensial jika diterapkan secara luas di berbagai pasar tradisional di Indonesia.
Ia menyebut, kontribusi pengolahan sampah organik terhadap kebutuhan energi alternatif nasional bisa menjadi sangat besar.
“Kalau ini diterapkan di pasar-pasar besar lain di Indonesia, jumlahnya bisa luar biasa. Jangan-jangan nanti bisa mencapai ratusan ribu ton dan menjadi kontribusi untuk kebutuhan bahan bakar kita,” katanya.
Pemerintah pusat, lanjut Jumhur, akan mulai membangun koordinasi lintas kementerian untuk mendukung pengembangan teknologi pengolahan sampah tersebut.
Baca Juga:Kemendikdasmen Kolaborasikan Sejumlah Program dengan DBL Indonesia, Salah Satunya Super TeacherGuru Honorer Tasikmalaya Desak Kejelasan Status dan Gaji, DPRD Siap Dorong ke Pusat
Di antaranya dengan Kementerian ESDM, sektor migas, hingga BPOM apabila nantinya berkaitan dengan pemanfaatan hasil olahan tertentu.
Meski demikian, ia menilai sistem yang ada saat ini tinggal membutuhkan penyempurnaan, terutama dalam aspek integrasi pengelolaan dan dukungan regulasi agar lebih optimal diterapkan secara nasional.
“Inisiatif seperti ini harus kita hargai. Mudah-mudahan nanti bisa lebih terintegrasi lagi, lebih baik dalam aspek kebersihan maupun pengelolaannya,” ucapnya.
