JABAR EKSPRES – Kakak beradik perempuan yang sempat dikabarkan menghilang, merupakan korban rudapaksa yang dilakukan ayah tirinya.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo menjelaskan, kakak beradik itu diserahkan oleh saksi yakni Novia selaku teman dari ibu korban.
Novia menyerahkan, ke Dinas UPT PPA Kabupaten Bogor pada Kamis (27/11) sekitar pukul 14.00 WIB.
Baca Juga:Kasus Pelecehan 6 Santriwati di Soreang: LBH PUI Desak Penegakan Hukum Tanpa ToleransiDivonis 1 Tahun Penjara Pelaku Pelecehan Seksual di Toilet SMAN 12 Bandung
Dirinya menambahkan, alasan kedua korban pergi dari rumah karena menjadi korban rudapaksa ayah tirinya yang berinisial BP dari 2023 hingga Oktober 2025.
“Adapun alasan korban pergi dari rumah karena korban telah mendapatkan perbuatan cabul yang dilakukan oleh BP selaku ayah tiri korban dari tahun 2023 sampe dengan pertengahan bulan Oktober 2025,” ungkap AKP Anggi, pada Jumat (28/11/2025).
Sebelumnya, Polres Bogor mengungkapkan, kakak beradik perempuan yang dilaporkan menghilang sudah ditemukan.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyatakan, kedua anak perempuan itu telah berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian.
“Udah ketemu,” kata AKBP Wikha Ardilestanto saat dihubungi, pada Jumat (28/11/2025).
Kedua korban ditemukan dalam keadaan sehat dan masih dalam penanganan pihak Polres Bogor untuk pendalaman lebih lanjut.
Diketahui, Kakak beradik asal Cikaret, Kecamatan Cibinong, dilaporkan hilang sejak Senin (24/11/2025) lalu.
Keduanya adalah KPA (13) dan adiknya ATA (12). Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua anak tersebut meninggalkan rumah sekitar pukul 04.00 WIB.
Baca Juga:Update Kasus Pelecehan Seksual di RSHS, Priguna Anugerah Pratama Divonis 11 Tahun PenjaraPolisi Dalami Korban Lain dari Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Panyileukan Bandung
Adapun, pihak keluarga menyampaikan sempat melihat kedua anak itu di Stasiun Pondok Rajeg dan naik kereta menuju arah Jakarta.
Informasi itu, diperkuat dengan rekaman CCTV yang keduanya turun di Stasiun Depok Baru.
