JABAR EKSPRES – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Lillah Sahrul Mubarok, mendorong program penguatan SDM. Hal itu untuk menekan angka pengangguran di Jabar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, per Agustus 2025, jumlah pengangguran tercatat 1,78 juta orang, atau bertambah sekitar 10 ribu orang dibanding Agustus 2024.
Kenaikan juga terlihat pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Setelah turun dari 7,44 persen pada 2023 menjadi 6,75 persen pada 2024, TPT kembali naik tipis menjadi 6,77 persen tahun ini.
Baca Juga:Ogah Imbang, Persib Maunya Menang!Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa Gol
Merespons kondisi tersebut, Lillah meminta Pemprov Jabar, khususnya Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, segera mengambil langkah strategis.
“Ini hanya bisa diatasi lewat kebijakan yang akurat, terukur dan menjaga stabilitas,” katanya, Rabu (26/11).
Politikus PKB itu melanjutkan, kunci menekan pengangguran ada di SDM dan kemitraan industri. “Kualitas SDM perlu ditingkatkan. Melalui penyesuaian kurikulum hingga revitalisasi balai latihan kerja,” jelasnya
Karena itu, pihaknya mendorong agar ada program pengembangan SDM, baik secara kurikulum maupun sarana BLK.
Selain itu, Lillah menilai penguatan sektor UMKM sangat penting karena memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja.
Kemudian yang tak kalah penting adalah memanfaatkan peluang yang ada. Terbaru adalah program MBG dari pemerintah pusat. Hal ini juga perlu dioptimalkan dalam penyerapan tenaga kerja. “Kerja sama industri juga penting, ” tutupnya. (son)
