JABAR EKSPRES – Fenomena video wanita yang diduga menghina Al-Qur’an kembali menggegerkan media sosial. Rekaman yang memuat tindakan tak pantas terhadap kitab suci ini menyebar masif dan memicu kemarahan publik dari berbagai platform. Banyak warganet kemudian mencari “link video” tersebut untuk memastikan kebenaran isi rekamannya.
Peristiwa ini sekaligus memunculkan kembali perdebatan tentang batas perilaku di dunia digital, terutama ketika kontennya berkaitan dengan isu keagamaan. Selain itu, sosok wanita dalam video masih menjadi misteri dan membuat publik terus mempertanyakan identitas serta motif pelaku.
Rekaman tersebut pertama kali muncul di platform X (Twitter) lalu merambah ke Facebook, grup komunitas, dan aplikasi pesan pribadi. Dalam video itu tampak seorang wanita berhijab namun dalam kondisi berpakaian sangat tidak pantas. Ia berdiri di sebuah ruangan tertutup, terlihat tidak stabil secara emosional, dan melakukan tindakan yang dianggap menghina Al-Qur’an.
Baca Juga:Resmikan Pasar Tematik Di Parigi Moutong, Kemenkop Dorong Pengembangan Ekonomi Lokal Lewat KoperasiSimulasi Cara Menghitung Angsuran KUR BRI 2025 Terbaru: Cicilan Paling Rendah Mulai Rp300 Ribuan
Wanita itu tampak memegang mushaf Al-Qur’an lalu meludahinya. Selain itu, ia terdengar seolah membaca ayat suci, namun yang keluar justru kata-kata kasar dan penuh hinaan. Suara anak kecil dan seorang pria dari luar ruangan yang terdengar samar menambah keprihatinan warganet.
Karena kontennya sangat sensitif, video ini langsung menyebar cepat. Banyak orang mengaku marah, syok, dan tidak sanggup menonton rekaman tersebut sampai tuntas.
Salah satu akun yang memicu penyebaran besar-besaran adalah @dhemit_is_back. Ia menandai akun kepolisian dan meminta kasus ini ditangani serius agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas.
Respons ini menunjukkan bahwa masyarakat bukan hanya marah, tetapi juga mempertanyakan kesehatan mental wanita dalam video dan keselamatan anak kecil yang terdengar di latar belakang.
Hingga saat ini, identitas wanita dalam video itu masih belum diketahui. Lokasi perekaman pun belum dapat dipastikan. Meski banyak spekulasi bermunculan, belum ada informasi yang bisa dikonfirmasi secara resmi.
Pihak kepolisian di tingkat daerah maupun pusat belum mengeluarkan pernyataan resmi. Hal ini membuat publik terus mendesak agar penyelidikan dilakukan sesegera mungkin. Sejumlah unggahan akun media sosial bahkan meminta agar “link video” disebar untuk mempermudah identifikasi pelaku.
