Jenis Traffic yang Disaring Cloudflare
Cloudflare mengelompokkan pengunjung menjadi tiga tipe:
1. Visitor (manusia asli)
Pengunjung normal yang membuka website.
2. Bot / Crawler
Mesin pencari yang memindai halaman website. Jika jumlahnya tidak terkendali, bisa membebani server.
3. Attackers (penyerang)
Bot jahat atau individu yang mencoba merusak website, mencuri data, atau membuat server down. Cloudflare memastikan hanya traffic aman yang diteruskan.
Fungsi Utama Cloudflare
Berbagai fitur Cloudflare bekerja otomatis dan real time untuk menjaga website tetap cepat dan aman:
1. CDN (Content Delivery Network)
Mempercepat loading, mengurangi beban server, dan menyimpan cache konten statis.
2. Web Application Firewall (WAF)
Memblokir serangan web, termasuk DDoS dan ancaman keamanan lainnya.
3. DNS Management
Pengelolaan DNS yang cepat dan mudah.
4. SSL/TLS Gratis
Mengaktifkan HTTPS secara otomatis untuk keamanan website.
5. Load Balancing
Membagi beban trafik ke beberapa server agar website tetap stabil.
6. DDoS Protection
Memitigasi serangan DDoS, dari skala kecil hingga besar.
7. Analytics Lengkap
Menyajikan data pengunjung, bot, ancaman, dan trafik harian.
Dampak Cloudflare pada Website
Sebelum Cloudflare:
Baca Juga:PSSI Kantongi Lima Kandidat Pelatih Timnas Indonesia Setelah Era KluivertCicilan Mulai Rp2 Jutaan, Ini Dia Simulasi KUR BRI 2025 Plafon Rp100 Juta
- Loading lambat
- Rentan diserang
- Mudah down saat trafik naik
- Minim analitik keamanan
Setelah Cloudflare:
- Lebih cepat diakses
- Aman dari berbagai serangan
- Server stabil meski trafik tinggi
- Data pengunjung lebih terpantau
