Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menambahkan, dalam menanganani TBC diperlukannya kolaborasi berlapis dari tingkat kota hingga RT dan RW agar penemuan kasus dapat berlangsung lebih cepat hingga dapat segera dilakukan penanganan.
“Dengan adanya tim percepatan penurunan tuberkulosis di Kota Bogor, ini sebagai langkah, ikhtiar, serta komitmen Pemkot Bogor untuk menuntaskan penyakit TBC dengan berbagai aksi daerah yang sudah berjalan,” katanya.
Jenal juga mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan tidak hanya memperberat kondisi pasien dan meningkatkan biaya pengobatan, tetapi juga memperluas risiko penularan di masyarakat jika tidak ditangani dengan cepat.
Baca Juga:Menko PMK: Stunting dan TBC jadi Permasalahan Mendasar KesehatanRelawan Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates Bakal Dapat Bansos Rp150 Ribu, ini Faktanya
“Karena kalau dibiarkan, akan semakin parah dan biaya pengobatan pun akan semakin sulit dan mahal. Yang paling parah, penyakit ini dapat menular ke warga lainnya. Maka pencegahan saya rasa mutlak harus dikedepankan,” ungkapnya.
Pemkot Bogor pun akan mendorong Dinkes untuk bekerja sama dengan psikolog unyuk memberikan edukasi dan semangat kembali kepada orang yang terkena TBC, mengingat banyak penderita TBC mengalami tekanan mental maupun rasa terasing selama menjalani pengobatan jangka panjang.
Penyusunan RAD ini pun diharapkan dapat membuat penanganan TBC di Kota Bogor lebih jelas dan terkoordinasi, sehingga upaya eliminasi TBC bisa berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.
