Kucuran Penyertaan Modal Rp 52 Miliar BIJB Kertajati jadi Temuan BPK!

Kucuran penyertaan modal BIJB Kertajati sebesar Rp 52 miliar pada tahun anggaran 2024 jadi temuan Badan Pemeri
Petugas Bandara Udara Ketajati masih melaksanakan tugas pengamanan di landasan pacu. (foto: dok. BIJB Kertajati)
0 Komentar

Kepala Biro BUMD Investasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) Jabar waktu itu mengatakan, peningkatan modal dasar BIJB Kertajati yang awalnya mencapai Rp 2,5 triliun kini menjadi Rp 10 triliun.

Peningkatan modal dasar ini bertujuan untuk pengembangan bisnis Bandara Kertajati. Terlebih sisa modal dasar PT BIJB hanya 10 persen lagi.

Jika ini terpenuhi, keberadaan kawasan bandara Kertajati lebih prospektif dan akan memiliki nilai tambah untuk menarik investor.

Baca Juga:Cara Mudah Bisa Cair KUR BRI 2025, Ini Dia Syarat dan Skemanya!Jejak Kasus PT MUJ, Kerjasama Operasi Migas Pabuaran Subang jadi Ladang Korupsi?

Untuk mendukung penyertaan modal ini, BIJB Kertajati telah mengusulkan dua Ranperda tentang Penyertaan Modal PT BIJB.

Akan tetapi, kedua Ranperda tertunda. Sebab Komisi III waktu itu menginginkan agar Ranperda harus memiliki rencana bisnis yang jelas.

Desakan Komisi III DPRD Jawa Barat

Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat Sugianto Nangolah mengatakan, berdasarkan laporan kinerja PT BIJB sampai saat ini belum pernah memberikan deviden.

‘’PT BIJB tidak pernah memberikan laporan setoran laba ke pemerintah daerah,’’ cetusnya.

Seharusnya ketika akses jalan Tol Cisumdawu sudah beroperasi tidak ada lagi alasan untuk tidak setor deviden.

Pemerintah juga waktu itu sudah memberikan dukungan dengan memindahkan seluruh maskapai penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB Kertajati.

Tidak itu saja, dukungan keberangkatan untuk Uumrah dan Haji juga sbisa melalui Bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka itu.

Baca Juga:4 Terdakwa Kasus Korupsi PT MUJ Mulai Disidang!Tambang Emas Ilegal di Tasikmalaya Ditutup, Pemiliknya Belum Ditangkap!

“Dulu itu alasannya selalu jalan tol. Sekarang jalan tol sudah selesai. Berarti tidak ada alasan lagi,” cetus Sugianto.

Penyertaan Modal Mendadak dan Comot dari Dana BTT

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, alokasi penyertaan modal pada 2024 lalu tenyata diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

Alasannya, untuk menutupi kebutuhan operasinal BIJB yang sifatnya mendesak.

Waktu itu Kepala Biro BIA Jabar masih dijabat Lusi Lesminingwati. Lusi menyatakan penyertaan modal untuk BIJB telah disetujui.

Menurutnya, penyertaan modal diberikan untuk menutup selisih pendapatan dan kebutuhan operasional bandara sebagai tempat embarkasi jemaah haji.

Sebelumnya usulan penyertaan modal PT BIJB ini sempat jadi perdebatan dikalangan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Barat. Sebab, usulannya mendadak dan belum pernah direncanakan.

0 Komentar