JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi menerima pengalihan aset Pusat Informasi Geologi (PIG) dari Badan Geologi Kementerian ESDM.
Penyerahan aset yang dilakukan melalui penandatanganan Naskah Hibah dan Berita Acara Serah Terima di Bali, Sabtu (15/11/2025), menjadi langkah strategis yang membuka babak baru pengembangan wisata edukatif perkotaan di Kabupaten Bogor.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menegaskan bahwa aset tersebut akan menjadi motor penguatan edukasi kebumian sekaligus pengembangan Geopark Gunung Salak.
Baca Juga: Usai Lantik PPPK Paruh Waktu, Ketua DPRD Bogor Minta Pemkab Tingkatkan Pelayanan MasyarakatPemkab Bogor Lantik 9.687 PPPK Paruh Waktu, Sumpah Jabatan Bergema di Pakansari
“Pak Bupati Bogor ingin PIG tidak berdiri sendiri. Kita integrasikan dengan Taman Siliwangi agar menjadi kawasan wisata edukatif yang lengkap ada unsur sejarah, edukasi geologi, dan ruang interaksi publik,” ujarnya, Senin (17/11).
Untuk itu, Pemkab Bogor menyiapkan konsep pengembangan terpadu yang menghubungkan PIG dengan Taman Siliwangi, Situ Cikaret, dan Bogor Planning Gallery (BPG).
Integrasi ini dirancang untuk menciptakan alur wisata edukatif yang utuh menggabungkan geologi, sejarah, perencanaan daerah, hingga ruang publik ramah masyarakat.
Menurut Ajat, keputusan Badan Geologi untuk menyerahkan PIG kepada Kabupaten Bogor merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen daerah dalam membangun ekosistem geowisata berkelanjutan.
“Pemilihan Kabupaten Bogor oleh Badan Geologi merupakan apresiasi atas potensi geosite kita dan kerja keras pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Bupati Bogor mengarahkan PIG menjadi pusat pembelajaran masa lalu dan masa depan Kabupaten Bogor. “Harapannya, anak-anak datang ke PIG bukan hanya belajar geologi, tapi mengetahui masa lalu dan masa depan Kabupaten Bogor. Semua terintegrasi dalam satu alur edukasi,” ungkapnya.
Adapun dalam pengembangannya, Pemkab Bogor menjadikan keberhasilan Banyuwangi sebagai rujukan. Mengingat Kabupaten tersebut mampu menarik hampir 16.000 pengunjung per tahun dari pengelolaan PIG sebagai destinasi wisata edukatif.
Baca Juga:Dukung Kabupaten Bogor Ramah Lingkungan 2025, Pemkab Verifikasi 424 Kampung HijauDukung Energi Hijau, Bupati Bogor Hadiri IIGCE 2025: Dorong Geothermal Gunung Salak
“Kami optimistis bahwa PIG di Kabupaten Bogor, jika dikelola secara kreatif dan terintegrasi, dapat mendatangkan wisatawan dalam jumlah signifikan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal,” katanya.
Penyerahan aset PIG ini menandai langkah awal Pemkab Bogor untuk memperkuat posisi Geopark Gunung Salak sebagai destinasi geowisata nasional.
