JABAR EKSPRES – Sungai Ciroyom, Kelurahan Situsaeur, Kota Bandung, Sabtu (15/11), dipenuhi sejumlah anak muda yang sibuk mengangkat sampah dari dasar sungai. Berbekal sarung tangan dan karung, mereka menarik botol plastik, kemasan sachet, hingga sampah rumah tangga yang menumpuk di antara batu dan akar pohon.
Aksi bersih-bersih tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda kembali mengambil peran penting di tengah kondisi darurat sampah Bandung. Kegiatan yang digelar River Cleanup Indonesia itu merupakan agenda bulanan mereka.
Relawan datang dari berbagai kampus seperti ITB, Unpad, Universitas Kebangsaan, Telkom University, hingga siswa SMA, komunitas, dan warga. Total 203 peserta turun serentak di dua titik: area sungai dan kawasan urban di sekitar bantaran.
Baca Juga:PSSI Buka Suara Soal Timur Kapadze Latih Timnas Indonesia, Ternyata Belum Komunikasi?Mauro Zijlstra Jadi Tumpuan Baru Lini Depan Timnas U-22 di SEA Games 2025
Country Lead River Cleanup Indonesia, Egar Anugrah, mengatakan kegiatan ini memang melibatkan banyak kalangan muda dan warga.
“Hari ini seperti biasa ini sebenarnya rutinitas monthly kita. Agendanya River Cleanup Day bareng-bareng sama beragam komunitas,” ujarnya kepada Jabar Ekspres di lokasi.
Dia menegaskan bahwa pelibatan warga dan komunitas selalu menjadi pilar kegiatan. “Kebanyakan adalah teman-teman mahasiswa, teman-teman muda. Lalu juga pelibatan warga,” katanya.
Sementara relawan sibuk memungut sampah, para ibu PKK menyiapkan hidangan tanpa menghasilkan sampah baru.
Penerapan nol sampah ini menjadi praktik yang ingin terus didorong River Cleanup Indonesia.
Setelah dikumpulkan, sampah dipilah menjadi lima kategori pada tahap awal, mulai dari plastik, kertas, logam, kaca, hingga residu.
Egar menjelaskan bahwa pemilahan lanjutan akan dilakukan di pusat sorting mereka. “Nanti di sorting session ini akan menjadi kurang lebih sebanyak 16 material yang terpilah,” ujarnya.
Baca Juga:Joan Laporta Tegas Bantah Rumor Kembalinya Lionel Messi ke Barcelona pada 2026Tottenham Siap Tebus Takefusa Kubo Rp1 Triliun, Real Madrid Jadi Pihak yang Paling Untung
Material tersebut kemudian dikeringkan, dipress, dan disalurkan ke para recycler lokal agar bisa dimanfaatkan kembali. Namun bagi River Cleanup Indonesia, rutinitas ini bukan hanya perkara mengangkut sampah dari sungai.
Lebih dari itu, mereka ingin memutus sumber persoalan. “Kami semua yakin bahwa bersih-bersih bukan solusi utama. Tapi paling struktural adalah perubahan perilakunya,” kata Egar.
Karena itu, selama Senin hingga Jumat, tim mereka aktif mendampingi warga, komunitas, serta sekolah untuk mendorong edukasi pengurangan sampah.
