Dia menilai persoalan sampah tidak akan selesai jika hanya digerakkan dari satu sisi. “Upayanya sebagai solusi adalah harus datang top bottom dan bottom up tentunya,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan pemerintah dan peran industri harus berjalan seiring dengan aksi komunitas akar rumput.
Egar menyebut darurat sampah akan terus berulang jika tidak ada dukungan kolektif dari akademisi, pemerintahan, media, komunitas, hingga industri.
Baca Juga:PSSI Buka Suara Soal Timur Kapadze Latih Timnas Indonesia, Ternyata Belum Komunikasi?Mauro Zijlstra Jadi Tumpuan Baru Lini Depan Timnas U-22 di SEA Games 2025
Karena itu, River Cleanup Indonesia sedang menyiapkan modul panduan yang bisa dipakai siapa pun untuk mereplikasi gerakan ini.
“Modulnya bisa terbuka, bisa digunakan oleh siapapun. Bisa dipercepat, ada percepatan yang bisa terjadi,” pungkasnya.
