“Kalau saya, lebih baik perbaiki sisi supply-nya, bukan demand,” ujarnya.
Dirinya memandang, konsumsi rumah tangga yang masih stagnan di bawah lima persen disebabkan oleh belum pulihnya sejumlah sektor industri pascapandemi COVID-19.
Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Utama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Lutfi Ridho menegaskan bahwa pemerintah sebenarnya terus berupaya memperkuat konsumsi rumah tangga. Namun, kunci utamanya adalah membangun kepercayaan publik terhadap prospek pendapatan mereka.
“Mereka harus yakin terutama keyakinan pendapatan di masa yang akan datang,” kata Lutfi.
Baca Juga:Hotman Paris Protes Bunga Deposito Menurun Efek Penempatan Dana Rp200 Triliun, Menkeu: Biar Ekonomi JalanMenkeu Sebut Himbara Kelimpungan Terima Rp200 Triliun, Rosan: Kapasitas Setiap Bank Berbeda!
Ia menambahkan bahwa DEN akan memfokuskan perhatian pada peningkatan optimisme dan stabilitas pendapatan masyarakat.
Jika kepercayaan itu terbentuk, konsumsi rumah tangga bisa kembali jadi motor utama pertumbuhan ekonomi, meski investasi masih akan jadi pendorong utama tahun depan.
