Wahana Manasik Haji Virtual Hadir di Bandung, Jadi Obat Rindu Bagi Umat Muslim yang Ingin ke Tanah Suci 

Wahana Manasik Haji Virtual Hadir di Bandung, Jadi Obat Rindu Bagi Umat Muslim yang Ingin ke Tanah Suci 
Pengunjung menggunakan perangkat virtual reality (VR) saat simulasi manasik haji di Masjid Raya Bandung, Jumat (7/11). Wahana tersebut menawarkan pengalaman haji dan umroh secara virtual dengan menggunakan sensor gerakan yang dibuka hingga (4/12). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Suasana di pelataran Masjid Raya Bandung tampak berbeda pekan ini. Di antara barisan pengunjung yang datang untuk salat dan berwisata religi, beberapa tampak mengenakan perangkat virtual reality (VR) di kepala.

Mereka melambaikan tangan ke udara, seolah tengah mengelilingi Kabah. Di layar monitor, tampak suasana Masjidil Haram terpampang dalam sudut pandang 360 derajat.

Wahana manasik haji virtual itu menjadi daya tarik baru bagi warga Bandung. Digarap oleh Tebaraya, wahana ini memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman haji dan umroh secara digital, pengalaman itu bisa dicoba hingga 4 Desember mendatang.

Baca Juga:Dari Tukang hingga Kontraktor, Lima Konsumen Sika Raih Kesempatan Umroh Lewat Program Sika Bagi RezekiPembukaan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umroh Profesional Angkatan Mandiri XIX Tahun 2024

“Manasik virtual ini kita bikin untuk experience dan untuk pendidikan sebenarnya,” kata Renaldi, Managing Director Tebaraya, saat ditemui Jabar Ekspres di lokasi, beberapa waktu lalu.

“Jadi buat keluarga Islam yang Muslim, kalau mereka pengen haji atau belum sempat haji atau umroh, mereka bisa coba ini biar bisa lihat di sana itu seperti apa,” imbuhnya.

Berbeda dari simulasi VR pada umumnya, wahana ini memungkinkan enam orang bermain bersama dalam satu ruang digital. Ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Dengan sistem multiplayer simulation, para pengguna bisa menjalankan prosesi manasik secara serempak seakan berada di tanah suci. Pengalaman imersif itu hadir berkat teknologi VR 360 derajat yang menampilkan panorama Mekkah secara menyeluruh.

“Jadi kesannya kita pindah ke Mekkah, ke titik di mana kita bisa lihat Masjidil Haram dan Kabah,” katanya.

Namun, proyek ini tak lepas dari kendala. Beberapa kali tim Tebaraya mengalami kesulitan saat proses pengambilan gambar di Mekkah.

“Karena beberapa kali kita shoot juga di sana kan tidak boleh menggunakan VR, akhirnya kita harus izin dan segala macam, terutama untuk area dalam Kabah,” ungkapnya.

Baca Juga:Setara Pahala Haji dan Umroh, Ternyata Keutamaan Shalat Dhuha Masih Banyak LagiPemerintah Terus Upayakan Agar Jamaah Haji dan Umroh Segera ke Tanah Suci

Untuk menjaga keotentikan ibadah, pihaknya juga bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kita pakai bahasa mahtab yang memang dianjurkan MUI, termasuk doa dan runtutan ibadahnya,” kata Renaldi.

Sebelum tiba di Bandung, wahana ini telah dua kali dipamerkan di Jakarta dan sempat hadir di Garut saat peringatan Hari Santri. Di Bandung, pengunjungnya baru sekitar lima puluh orang.

0 Komentar