JABAR EKSPRES – Di ruang preparasi Museum Geologi, Kota Bandung, Rabu (12/11), Ketua Tim Penyelidikan dan Konservasi Museum Geologi, Unggul Prasetyo Wibowo, tampak merangkai bagian-bagian tulang besar berwarna kecokelatan.
Fosil itu milik seekor gajah purba Stegodon trigonocephalus, yang ditemukan di Nganjuk, Jawa Timur, pada Oktober 2024. Fosil berusia sekitar 800 ribu tahun itu kini sedang menjalani proses preparasi untuk kemudian dikonservasi dan direkonstruksi.
“Sekitar dua minggu lalu kami bersama rekan-rekan dari Nganjuk menemukan satu individu fosil Stegodon trigonocephalus,” ujar Unggul kepada Jabar Ekspres, Rabu (12/11).
Baca Juga:Ciamis Kembali Jadi Percontohan Nasional, Rombongan dari Kalimantan Datang Belajar Kelola SampahTimur Kapadze Siap Tangani Timnas Indonesia, Negosiasi Disebut Sudah di Tahap Akhir
Menurutnya, setelah proses pengangkatan di lapangan, seluruh bagian fosil dibawa ke Bandung untuk tahapan pembersihan dan penyiapan lebih lanjut.
Menurut Unggul, preparasi dilakukan melalui dua tahap. Mekanis dan kimiawi. “Dari lapangan kan belum bersih ya. Di workshop kami dilakukan pembersihan, kemudian proses pengerasan untuk konservasi,” katanya.
Setelah itu, tim akan membuat model dan replika kerangka yang utuh. “Sekarang posisinya masih terpisah-pisah, masih scatter. Satu kerangka bisa butuh delapan bulan sampai satu tahun untuk direkonstruksi,” ujarnya.
Fosil yang ditemukan itu, menurut Unggul, memiliki kondisi material cukup keras sehingga proses pembersihan menjadi lebih mudah.
Namun, tahapan modeling dan pembuatan replika akan memakan waktu lebih lama. Target penyelesaian preparasi dan rekonstruksi dijadwalkan hingga Desember 2025.
Unggul menuturkan, daerah Nganjuk telah lama dikenal sebagai lokasi temuan fosil sejak masa kolonial Belanda. Komunitas lokal dan pemerintah daerah setempat juga aktif melakukan survei mandiri di berbagai titik.
“Dari informasi teman-teman di Nganjuk dan Pemda setempat, mereka mengirim surat permintaan bantuan teknis ke Museum Geologi. Kami lalu melakukan survei detail pada 2024 dan menemukan satu lokasi yang potensial. Tahun 2025 kami ekskavasi dan ternyata benar, ditemukan satu individu rangka gajah purba,” ujarnya.
Baca Juga:Piala Dunia 2026 Panggung Terakhir Cristiano Ronaldo!Ivar Jenner dan Rafael Struick Targetkan Emas SEA Games 2025
Proses evakuasi fosil dari lokasi pun tidak mudah. Unggul menceritakan, pengangkatan dilakukan saat mulai memasuki musim hujan. Setiap bagian fosil dibungkus dengan bahan pelindung untuk menghindari benturan dan kerusakan fisik.
Dari lokasi temuan, fosil dibawa ke jalan utama dan dipindahkan ke kendaraan menuju Museum Daerah Anjuk Ladang di Nganjuk. “Di museum daerah itu kami bungkus ulang dengan lebih proper, lebih aman, sebelum dikirim ke Bandung,” kata Unggul.
