Kecepatan kendaraan pengangkut pun dibatasi. “Kami pesan agar mobil berjalan pelan saja, sekitar 60 km per jam. Waktu tempuh yang biasanya 10 jam jadi hampir 20 jam,” ujarnya.
Kerja sama antara Museum Geologi dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk dilakukan dalam kerangka pengembangan potensi kegeologian daerah.
Temuan Stegodon trigonocephalus dari Nganjuk itu kini menjadi salah satu proyek konservasi utama Museum Geologi hingga akhir 2025. “Dengan temuan signifikan ini, pasti akan ada kegiatan lanjutan ke depannya,” pungkasnya.
