JABAR EKSPRES — Pemerintah Kabupaten Bogor berencana mewujudkan pendidikan dan layanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat mulai tahun 2026.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan hal tersebut usai menghadiri ekspose Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (10/11).
Menurut Rudy, ada dua fokus utama pembahasan dalam rapat paripurna ekspose RAPBD tersebut, yaitu peningkatan akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat.
Baca Juga:Pembangunan PLTA Upper Cisokan Dipastikan Sesuai Aturan dan Bawa Manfaat bagi MasyarakatPabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta Bakal Dibangun di Jawa Tengah!
“Kita berharap punya komitmen yang sama, kesehatan gratis, dan pendidikan juga kami berharap bisa gratis,” ujarnya.
Rudy menuturkan, Pemkab Bogor menargetkan seluruh warga dapat mengakses pendidikan layak tanpa biaya, baik di sekolah negeri maupun swasta. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS) di Kabupaten Bogor.
“Gratis ini untuk negeri dan swasta, tapi tentu kita lihat dulu kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, pemerintah daerah akan bekerja sama dengan sekolah swasta agar tetap bisa bersekolah tanpa biaya tambahan.
“Sekolah swastanya nanti bekerja sama dengan Pemkab Bogor dan biayanya ditanggung oleh Pemda,” katanya.
Selain sektor pendidikan, Pemkab Bogor juga menargetkan tercapainya Universal Health Coverage (UHC) 100 persen pada tahun 2026. Program ini akan memastikan seluruh warga memiliki akses layanan kesehatan yang adil dan terjangkau.
Dengan UHC, masyarakat cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dan seluruh biayanya akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
