JABAR EKSPRES – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengungkapkan bahwa produktivitas nasional perlu ditingkatkan demi mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perencanaan Pembangunan Nasional (Bippenas-Kadin Indonesia), Bayu Priawan Djokosoetono menyebut, pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat dicapai melalui sejumlah aspek.
“Mulai sekarang kita harus lebih fokus untuk bersinergi meningkatkan produktivitas agar pertumbuhan (ekonomi) 8 persen bisa kita capai secepatnya,” ujarnya, dikutip Senin (10/11/2025).
Baca Juga:Larangan Impor Pakaian Bekas Matikan Pelaku Usaha Thrifting, Hipmi: Harus Diiringi Kemandirian IndustriDemi Gaet Investor Frontier, Indonesia Tawarkan Reformasi Fiskal dan Dua Hal Ini!
Peningkatan produktivitas nasional itu, kata dia, dapat dilakukan melalui pengutan kolaborasi antar pemangku kepentingan, mendorong konsumsi rumah tangga, serta mengoptimalkan stimulus ekonomi 8+4+5.
Menurutnya, peran pemangku kepentingan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis peningkatan produktivitas nasional.
“Selama ini pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh peningkatan input modal/investasi dan penambahan tenaga kerja,” kata dia.
Berdasarkan data Asian Productivity Organization (APO) Databook 2025, kontribusi Total Factor Productivity (TFP) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hampir nol, sedangkan kontribusi TFP terhadap pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 8 persen apalagi China mencapai 26 persen.
Kemudian, Bayu menyebut bahwa produktivitas output Produk Domestik Bruto (PDB) nominal per pekerja Indonesia pada Kuartal-III, rata-rata Rp13,78 juta per bulan.
Empat sektor ekonomi dengan produktivitas PDB per pekerja yang paling tinggi adalah sektor pertambangan, dengan produktivitas pekerja tujuh kali dibanding rata-rata.
Diikuti sektor real estate dan sektor informasi dan komunikasi dengan produktivitas sekitar enam kali dibanding rata-rata. Urutan keempat adalah sektor penyediaan listrik dan gas dengan produktivitas PDB/pekerja sekitar empat kali dibanding rata-rata.
Baca Juga:Canangkan Angkutan Tambang Dibawa Kereta, Pemkab Bogor Sebut Agar Tak Bebani Jalan RayaPemerintah Klaim Angka Pengangguran Turun Signifikan pada Agustus 2025, Benarkah?Â
“Empat sektor tersebut memiliki produktivitas tinggi karena bersifat padat teknologi dan padat modal, dan membutuhkan SDM terampil yang berpendidikan tinggi untuk menjalankannya,” jelasnya.
Di samping itu, ia juga menyebut bahwa paket stimulus ekonomi 8+4+5 misalnya program magang fresh graduate merupakan langkah bagus. Mengingat program itu disambut 156 ribu pendaftar.
Kendati begitu, Kadin juga berharap pemerintah melengkapi dengan paket stimulus pariwisata yang bisa mendorong peningkatan travelling dan menyambut libur Natal dan Tahun Baru (2025/2026).
Sementara itu, Ketua Komite Tetap Perencanaan Ekonomi Kadin Indonesia Ikhwan Primanda menekankan Indonesia harus mendorong investasi yang membawa teknologi tepat dan efektif untuk meningkatkan produktivitas berbagai sektor ekonomi.
