JABAR EKSPRES – Bangunan Puskesmas Cinunuk di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, kerap menjadi sorotan para pengguna jalan.
Aktivitas pelayanan yang sangat padat kerap menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi, membuat fasilitas kesehatan ini dinilai sudah tidak layak lagi menjadi pusat layanan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Rosliani (45), seorang ibu hamil yang datang untuk pemeriksaan rutin.
Baca Juga:Wujudkan Jateng Penumpu Pangan dan Industri, Pemprov Libatkan Sektor Pendidikan VokasiErick Thohir Targetkan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030 dan 100 Besar FIFA
“Puskesmas Cinunuk benar-benar sudah enggak layak jadi pusat kesehatan masyarakat,” ujarnya, Kamis (6/11).
“Apalagi melayani warga dua desa, yaitu Cinunuk dan Cimekar. Makin sulit saja,” tambahnya.
Selain menumpang di lahan milik Desa Cinunuk, fasilitas di Puskesmas tersebut juga terbatas. Area parkir dan ruang tunggu pasien sempit, membuat suasana di dalam maupun luar bangunan terasa sesak.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (6/11/2025) pagi, lahan parkir kendaraan sangat minim. Bukan hanya untuk mobil, motor pun sulit diparkirkan karena area parkir berada tepat di tepi jalan raya.
Kondisi di ruang tunggu pun tak jauh berbeda. Para pasien, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui terpaksa berhimpitan. Banyak yang bahkan harus berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.
Selain sempit, lokasi Puskesmas yang berada di tepi jalan utama juga menimbulkan kerawanan kecelakaan. Bangunan tersebut berdempetan dengan SDN 2, SDN 6, dan SDN 7 Cinunuk, serta Kantor Desa Cinunuk, sehingga menambah kepadatan area sekitar.
Kepala Desa Cinunuk, Edi Juarsa, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengakui bahwa Puskesmas Cinunuk memang sudah tidak layak beroperasi dalam kapasitasnya saat ini.
Baca Juga:Cristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun: Akui Sudah Siap, Tapi Akan SulitBellingham Cetak Sejarah Baru di Liga Champions, Lewati Rekor Legenda Real Madrid
“Selain lahannya sempit berdempetan dengan kantor desa, jangankan untuk mobil, motor saja sulit untuk parkir. Jujur, keberadaan Puskesmas Cinunuk sudah tak layak,” bebernya.
Edi menjelaskan, lahan yang digunakan Puskesmas Cinunuk menumpang di tanah milik desa. Hal yang sama juga berlaku bagi bangunan sekolah dasar yang ada di sekitarnya.
“SDN 1 Cinunuk di lahan yang sama sudah pindah di Permata Biru. Termasuk beberapa kelas SDN 7 sudah pindah ke Manglayang Regency RW 28. Saat ini SD 2, 6 dan 7 yang masih numpang di lahan aset desa,” ujarnya.
