Kekerasan Seksual Libatkan Guru Honorer, Tindakan Cepat Diambil SMKN 3 Cimahi!

Ilustrasi korban kekerasan seksual
Ilustrasi korban kekerasan seksual/Pixabay/
0 Komentar

“Yang speak up di medsos itu kan perlu didata ulang, ya. Tapi intinya, yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dan bukan bagian dari sekolah kita lagi,” tegasnya.

Pihak sekolah, kata Ade, memberikan pendampingan langsung bagi siswa yang menjadi korban. “Karena itu siswa kita, pasti kita dampingi,” ujarnya.

Selain itu, sekolah juga mengaktifkan tim Bimbingan Konseling (BK) untuk memberikan trauma healing kepada korban. “Trauma healing ada dari tim BK,” kata Ade.

Baca Juga:Erick Thohir Targetkan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030 dan 100 Besar FIFACristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun: Akui Sudah Siap, Tapi Akan Sulit

Ade memastikan, sekolah kini lebih waspada terhadap potensi kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

“Pasti ada antisipasi dan kita lebih aware lagi terhadap hal-hal semacam ini. Kita juga punya tim penanggulangan kekerasan seksual,” ujarnya.

Meski kasus ini sudah ditangani secara internal, Ade menegaskan, langkah hukum sepenuhnya menjadi hak korban.

“Itu tergantung korbannya. Sekolah siap mendampingi, tapi perlu dipahami bahwa sekolah adalah institusi pendidikan, fokusnya pada pembelajaran,” ujarnya menutup. (Mong)

0 Komentar