Belajar dari Kasus Keracunan Daerah Lain, Cimahi Perketat Pengawasan SPPG

Belajar dari Kasus Keracunan Daerah Lain, Cimahi Perketat Pengawasan SPPG
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Sidak SPPG. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Untuk porsi nasi sekitar 130 gram, lauknya 130 hingga 150 gram, proteinnya tinggi, dan kebersihan dapur sangat baik. Saya lihat di Citeureup cukup bagus,” ujar Ngatiyana.

Saat ini, terdapat 26 SPPG yang telah beroperasi di Cimahi, dan sembilan di antaranya sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sisanya masih dalam proses pemeriksaan laboratorium oleh instansi terkait.

“Mudah-mudahan dalam waktu satu minggu ke depan semua SPPG bisa menyelesaikan proses sertifikasi. Dengan begitu, semuanya bisa memiliki sertifikat laik higiene sesuai ketentuan,” kata dia.

Baca Juga:Cegah Kasus Keracunan, Cimahi Tekan SPPG Segera Miliki SLHS sebagai Standar Keamanan PanganRespons Kasus Keracunan, SPPG Cimahi Tingkatkan Standar Keamanan dan Kebersihan Dapur MBG

Ngatiyana menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Forkopimda dan dinas yang aktif di lapangan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Kepala Dispangtan dan Kepala Dinkes yang turun langsung di lapangan. Gerakan cepat yang dilakukan menunjukkan kepedulian bersama terhadap keamanan pangan di Cimahi,” ungkapnya.

Forkopimda Cimahi juga menerapkan sistem sidak acak tanpa jadwal tetap untuk memastikan pengawasan berlangsung objektif.

“Kalau jadwal sidak kita umumkan, tentu bisa dipersiapkan lebih dulu. Karena itu kita lakukan secara acak, supaya tahu kondisi sebenarnya di lapangan. Ini bagian dari strategi pengawasan Forkopimda,” jelas Ngatiyana.

Terkait kapasitas produksi, ia menegaskan bahwa beberapa SPPG di Cimahi mampu memproduksi antara 3.000 hingga 3.500 porsi makanan per hari.

“Jumlah itu masih sesuai pembagian. Pemerintah bersama Forkopimda fokus pada kesiapan dan kualitas penyediaan, bukan pada jumlah produksinya,” tegasnya menutup. (Mong)

0 Komentar