JABAR EKSPRES — Meningkatnya kekhawatiran publik atas maraknya kasus keracunan makanan di sejumlah daerah mendorong Pemerintah Kota Cimahi bergerak cepat.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung melakukan inspeksi mendadak acak ke sejumlah SPPG di wilayahnya, Jumat (31/10/2025).
Langkah ini ditempuh sebagai upaya preventif memastikan keamanan dan kualitas gizi makanan yang disajikan bagi pelajar di sekolah-sekolah.
Baca Juga:Cegah Kasus Keracunan, Cimahi Tekan SPPG Segera Miliki SLHS sebagai Standar Keamanan PanganRespons Kasus Keracunan, SPPG Cimahi Tingkatkan Standar Keamanan dan Kebersihan Dapur MBG
“Saya bersama Forkopimda Kota Cimahi meninjau langsung ke beberapa lokasi, termasuk MBG, SPPG, dan titik di wilayah Citeureup, Cimahi Utara. Alhamdulillah, dari hasil pantauan, kondisi tempat dan proses pengolahannya sudah terlihat bersih dan tertata,” ujar Ngatiyana.
Peninjauan itu melibatkan unsur Forkopimda seperti Ketua DPRD, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Dandim 0609, serta beberapa kepala dinas, diantaranya Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan).
Ngatiyana menegaskan, setiap SPPG kini didampingi ahli gizi yang bertugas memastikan kualitas makanan aman dikonsumsi anak-anak sekolah.
“Setiap makanan sebelum didistribusikan ke sekolah sudah diperiksa dan dicicipi oleh petugas, bukan oleh guru atau kepala sekolah. Itu sudah jadi standar,” kata Ngatiyana seusai sidak.
Pengawasan bahan baku, lanjutnya, dilakukan secara ketat. Dinas Pangan dan Pertanian bertanggung jawab memeriksa bahan mentah seperti sayur dan daging sebelum masuk ke dapur SPPG.
“Mereka memastikan tidak ada bahan yang mengandung formalin atau zat berbahaya lainnya,” ucapnya.
Sementara Dinas Kesehatan menilai kandungan gizi, keseimbangan porsi, serta tingkat kebersihan proses masak.
Baca Juga:CCTV hingga Medical Check-Up, SPPG Cimahi Perkuat Standar Kebersihan Dapur MBGSPPG Tak Miliki SLHS Masih Marak, Dinkes Cimahi Intensifkan Inspeksi dan Penyulukan ke Dapur MBG
“Kolaborasi antara Dinkes, Dispangtan, dan para ahli gizi di lapangan ini yang membuat sistem berjalan baik. Alhamdulillah, sampai saat ini semua proses di Cimahi berjalan lancar,” tambahnya.
Menurut Ngatiyana, dari hasil pemeriksaan lapangan, fasilitas pendukung di sejumlah SPPG telah memenuhi unsur kelayakan.
“Ipalnya ada, sumber airnya bagus, tempat pencuciannya bersih, peralatan masaknya tertata, dan waktu penyajiannya juga tidak terlalu lama mengendap sebelum didistribusikan. Jadi kualitas makanannya tetap terjaga,” tuturnya.
Ia juga memastikan bahwa porsi dan komposisi makanan sudah sesuai standar.
