JABAR EKSPRES – Empat ruang kelas MTs Al Mubarkah di kompleks Pondok Pesantren Attohiriyah, Desa Cinengah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, rusak parah akibat longsor pada Minggu (26/10/2025).
Agar kegiatan belajar tidak terhenti, Kementerian Agama (Kemenag) Bandung Barat merekomendasikan pembelajaran dilakukan secara daring.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag KBB, Deden Sarip, mengatakan bahwa seluruh ruang kelas yang terdampak sudah tidak bisa digunakan lagi karena roboh tertimpa material tanah dari tebing yang ambrol.
Baca Juga:Tebing Longsor Terjang Ponpes Attohiriyah Bandung Barat, Satu Santriwati Meninggal DuniaCibenda Kembali Diterjang Longsor, 10 KK Terpaksa Mengungsi ke Tempat Aman
“Untuk sementara kami sarankan siswa belajar daring sampai kondisi benar-benar aman,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Menurut Deden, MTs Al Mubarkah sudah berdiri lebih dari 10 tahun dan menjadi satu-satunya lembaga pendidikan setingkat menengah pertama di wilayah tersebut.
Saat ini, lanjut dia, sekiranya terdapat 84 siswa yang menempuh pendidikan di madrasah itu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak yayasan serta BPBD KBB untuk mencari solusi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM),” katanya.
“Dari informasi BPBD, di bagian atas tebing masih ada retakan yang berpotensi longsor susulan. Karena itu, kami tidak berani mengambil risiko dan merekomendasikan sistem daring untuk sementara,” tambahnya.
Kemenag juga berjanji akan memprioritaskan pembangunan kembali ruang kelas yang rusak parah. Namun, pembangunan baru akan dilakukan setelah adanya hasil kajian dari Badan Geologi terkait kondisi kontur tanah di lokasi.
“Kami menunggu hasil kajian geologi dulu. Kalau ternyata lokasi sudah tidak aman, maka sekolah akan direlokasi,” kata Deden.
Baca Juga:Lembang Lumpuh Usai Diguyur Hujan 2 Jam! Rumah Roboh, Motor Terseret, Longsor Tutup Akses WargaHujan Deras Picu Longsor di Cimangu Ngamprah, 3 Rumah Rusak
Sementara itu, BPBD KBB memastikan pihaknya masih terus memantau kondisi tebing di sekitar pondok pesantren.
Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, menyebut bahwa longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan perbukitan Rongga pada Minggu sore. Material tanah langsung menimpa bangunan pesantren hingga menewaskan seorang santriwati bernama Nuri binti Pudin (15).
“Petugas gabungan sudah melakukan evakuasi, asesmen cepat, dan menyalurkan bantuan darurat seperti terpal, kasur, serta kebutuhan dasar bagi para santri,” ujar Asep.
“Hingga kini, lokasi kejadian masih dinyatakan rawan pergerakan tanah, sementara para santri dan siswa MTs Al Mubarkah diimbau tetap waspada dan melanjutkan proses belajar dari rumah sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman,” pungkas Asep. (Wit)
