Cibenda Kembali Diterjang Longsor, 10 KK Terpaksa Mengungsi ke Tempat Aman

Cibenda Kembali Diterjang Longsor, 10 KK Terpaksa Mengungsi ke Tempat Aman
Ilustrasi: Petugas gabungan saat membantu mengevakuasi material longsor di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, pada tahun 2024 lalu. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Banjir bandang dan tanah longsor kembali melanda Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (24/10/2025).

Sedikitnya, sebanyak 10 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Gintung terpaksa mengungsi karena rumah mereka terancam longsor susulan setelah hujan deras mengguyur sejak sore hari.

Peristiwa itu terjadi menjelang malam, ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan perbukitan di wilayah selatan Bandung Barat selama berjam-jam.

Baca Juga:Lembang Lumpuh Usai Diguyur Hujan 2 Jam! Rumah Roboh, Motor Terseret, Longsor Tutup Akses WargaDiterjang Longsor Saat Hujan Deras, Dua Rumah di Sindangkerta Tertimbun Tanah

“Betul terjadi longsor setelah diguyur hujan berjam-jam. Tanah di lereng sudah jenuh sehingga air tidak mampu menahan tekanan, hingga akhirnya longsor dan menimbun sebagian akses jalan warga,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Asep Sihabudin saat dikonfirmasi, Jumat (24/10/2025).

Asep mengatakan bahwa lokasi longsor berada di area yang tak jauh dari titik kejadian serupa pada tahun 2024.

“Ada 10 KK yang rumahnya terancam, posisinya sekitar 100 meter dari titik longsor pada tahun 2024 lalu. Untuk mengantisipasi korban jiwa, mereka sudah mengungsi ke rumah sanak keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, BPBD bersama Desa Tangguh Bencana (Destana) Cibenda segera menurunkan tim untuk melakukan penanganan awal, termasuk membawa logistik bagi warga terdampak.

Langkah cepat diambil guna mengantisipasi potensi longsor susulan mengingat curah hujan di wilayah selatan Bandung Barat masih tinggi.

“Kami sudah menurunkan tim untuk pemantauan dan penanganan awal. Saat ini masih dilakukan pembersihan material dan pendataan rumah yang terdampak,” tambahnya.

Selain mengancam permukiman, material longsor juga sempat menutup sebagian jalan kampung yang menghubungkan kawasan Gintung dengan permukiman warga di bawahnya.

Baca Juga:Genjot Ketahanan Pangan, Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Cetak Sawah 400 Ribu HektarTingkatkan Kesejahteraan Pegawai Negeri, Menkeu Buka Peluang Kenaikan Gaji ASN di 2026? 

“Warga bersama petugas berupaya membersihkan timbunan tanah menggunakan alat sederhana agar akses bisa kembali terbuka,” kata Asep.

Asep mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di lereng atau bantaran sungai, agar tetap waspada dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

“Kami imbau warga untuk tidak menunggu situasi memburuk. Keselamatan lebih penting daripada harta benda,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibenda, Abdul Rohman, membenarkan bahwa lokasi longsor kali ini hanya berjarak sekitar 100 meter dari titik bencana tahun 2024 lalu.

0 Komentar