Lembang Lumpuh Usai Diguyur Hujan 2 Jam! Rumah Roboh, Motor Terseret, Longsor Tutup Akses Warga

Sejumlah kendaraan memaksa menerobos banjir di Lembang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Sejumlah kendaraan memaksa menerobos banjir di Lembang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Banjir dan longsor di sejumlah titik kembali melanda kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Jumat (24/10/2025).

Hal ini dipicu oleh derasnya hujan yang melanda kawasan tersebut sejak pukul 13.00 WIB. Air meluap di berbagai lokasi, terutama di sekitar Jalan Panorama, Jalan Tangkuban Parahu, hingga kawasan Maribaya.

Genangan mencapai ketinggian antara 50 hingga 70 sentimeter menyebabkan kendaraan mogok dan arus lalu lintas tersendat sehingga terpaksa harus dialihkan.

Baca Juga:Konser “The Journey Continues by Aloka", Peterpan Berhasil Bawa Euforia Generasi ke GenerasiGubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah

Rekaman video dampak cuaca ekstrem juga beredar luas di grup WhatsApp warga. Dalam video, rumah warga dilaporkan roboh, motor terseret arus, hingga longsor menutup akses warga.

Seorang warga Kayuambon Lembang, Nina (58) mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi banjir yang terus berulang.

“Biasanya banjir cuma sampai depan Pusdik, tapi sekarang sampai ke Sespim. Ini seperti tidak ada solusi. Dari dulu tidak ada penanganan yang jelas,” kata Nina.

Sementara itu, perwakilan Aliansi Cinta Lembang, Awin menilai penanganan banjir di Lembang tidak bisa dilakukan parsial oleh pihak kecamatan saja.

“Banjir di Lembang ini mesti ditangani menyeluruh. Kami berharap ada pihak independen, seperti akademisi, yang turun mengkaji masalah ini. Jalur-jalur drainase perlu dinormalisasi, terutama di sekitar Pasar Panorama yang paling terdampak,” ujarnya.

Ia menambahkan, banjir kali ini sempat merendam wilayah sekitar Pasar Panorama selama sekitar satu jam sebelum berangsur surut sekitar pukul 15.00 WIB. Namun dampaknya cukup besar, mulai dari kemacetan hingga aktivitas perdagangan sempat terhenti.

“Kami berharap Pemkab Bandung Barat bersama pihak provinsi segera mengambil langkah konkret. Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tetap berfungsi dengan baik, “jelasnya. (Wit)

0 Komentar