Potret seperti Lilis ini menggambarkan kemiskinan perkotaan yang tak tercatat statistik. Mereka hidup sedikit di atas garis kemiskinan, tapi tetap berjuang memenuhi kebutuhan dasar setiap bulan.
Pemerintah Kota Bandung menyadari masih ada celah besar antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. upaya penanggulangan kemiskinan dilakukan melalui program pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial yang diarahkan agar warga tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.
Namun, Yogi menilai kebijakan tersebut perlu lebih terfokus dan berbasis data mikro. Sebab, ketimpangan antarwilayah di Bandung cukup tajam. Di kawasan pusat kota, akses pendidikan dan kesehatan relatif mudah, sementara di daerah pinggiran, banyak keluarga yang masih kesulitan mendapatkan layanan dasar.
Baca Juga:Pemain Andalan Cedera Jelang El Clasico, Hansi Flick Harus Putar Otak!Alasan Thom Haye Menghilang saat Persib Tekuk Selangor FC di ACL 2
Dalam laporan BPS yang sama, disebutkan bahwa garis kemiskinan Bandung naik dari Rp597.000 pada 2023 menjadi Rp614.707 pada 2024. Kenaikan ini menunjukkan biaya hidup yang meningkat lebih cepat dari daya beli masyarakat.
“Kita sering terjebak pada euforia penurunan angka kemiskinan, padahal kualitas hidup belum naik. Banyak warga yang bekerja penuh waktu tapi tidak bisa menabung atau memiliki rumah,” kata Yogi.
Kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan ekonomi perkotaan, di mana sebagian kecil penduduk menikmati keuntungan dari sektor modern, seperti teknologi, kuliner, dan pariwisata, sementara sebagian lain tertinggal di sektor informal berisiko tinggi.
Selain itu, dirinya menekankan pentingnya intervensi wilayah berbasis kelurahan untuk mengatasi ketimpangan spasial.
“Data kemiskinan jangan hanya kota secara agregat, tapi per kecamatan. Karena Cicadas itu beda sekali kondisinya dengan Cihampelas,” ujar Yogi.
Angka kemiskinan 3,87 persen boleh jadi kebanggaan bagi Kota Bandung di tingkat provinsi, tetapi angka itu belum berarti tuntasnya persoalan kesejahteraan.
Kota ini masih menghadapi tekanan biaya hidup, lapangan kerja tidak stabil, dan keterbatasan perumahan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga:Akhirnya Rizky Ridho Akui Bikin Kesalahan Fatal di Laga Timnas Indonesia vs IrakVirgil van Dijk Minta Liverpool Tak Berpuas Diri!
“Bandung harus menjadi contoh pembangunan yang inklusif. Jangan hanya cantik di pusat kota, tapi juga adil bagi warganya di pinggiran,” tutur Yogi menegaskan. (Dam)
