Langkah tersebut sejalan dengan visi Pemkab Bandung Barat terutama dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
“Kehadiran pelaku UMKM, di kawasan publik diyakini mampu menciptakan efek domino positif, baik terhadap peningkatan pendapatan warga maupun perputaran ekonomi lokal,” katanya.
Selain menata ulang tata ruang dan fasilitas pendukung, lanjut Jeje, pihaknya juga berencana menambah fasilitas pendukung seperti taman tematik, area kuliner, ruang pertunjukan terbuka, serta tempat bersantai yang ramah keluarga.
Baca Juga:Alex Pastoor Akui Tak Kaget Dipecat dari Timnas IndonesiaThom Haye Makin Padu, Persib Siap Tempur Lawan Selangor FC di ACL 2
“Pemerintah daerah juga akan memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, dan tata kelola parkir agar pengunjung merasa nyaman dan aman,” katanya.
Jeje menegaskan, penataan ulang Alun-alun Ngamprah akan dilakukan dengan pendekatan yang partisipatif, melibatkan berbagai pihak mulai dari pelaku UMKM, komunitas lokal, hingga perangkat daerah terkait. Dengan begitu, hasil penataan diharapkan lebih tepat guna dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Intinya, alun-alun itu harus bisa menjadi ruang publik yang nyaman, bersih, dan produktif bagi masyarakat Bandung Barat,” pungkas Jeje.
Rencana revitalisasi ini disambut positif oleh sejumlah warga Ngamprah. Mereka berharap penataan alun-alun tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan pemeliharaan jangka panjang agar tidak kembali terbengkalai seperti sebelumnya.
“Kalau ditata ulang dan dikelola dengan baik, alun-alun bisa jadi kebanggaan warga. Kami juga berharap bisa ada tempat bagi pedagang kecil untuk ikut berjualan,” ujar Reni (35), salah seorang warga Ngamprah. (Diskominfotik KBB)
