Ia juga menilai peran generasi muda sangat strategis dalam proses sosialisasi dan advokasi kebijakan publik seperti pemekaran daerah.
Wacana pembentukan Kota Lembang kini turut mendapat perhatian di tingkat provinsi. Forum Komunikasi Desain Penataan Daerah (Forkodetada) yang diketuai Rd. H. Holil Aksan Umarzen telah mengajukan pembentukan Kota Lembang bersama sembilan daerah lain sebagai calon DOB di Jawa Barat.
“Pengajuan tersebut menunjukkan bahwa rencana ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah masuk dalam agenda penataan wilayah yang lebih sistematis. Forkodetada berperan sebagai fasilitator antara daerah dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan pemekaran yang sesuai ketentuan,” jelasnya.
Baca Juga:Setelah Usulan Ganti Nama Bandung Barat dan Pemekaran Lembang, Kini Batu Layang Ingin MandiriBukan Wacana! Ini Pengusul Pemekaran Provinsi Jawa Barat, Ada Usulan Ganti Nama Juga
Secara historis, lanjut Agung, isu pemekaran bukan hal baru di Jawa Barat. Provinsi ini memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia lebih dari 50 juta jiwa namun jumlah kabupaten/kotanya masih relatif sedikit.
Agung menilai, idealnya Jawa Barat memiliki hingga 40 kabupaten/kota agar pembangunan dapat berjalan lebih merata.
“Jika terealisasi, Kota Lembang akan menjadi DOB pertama dari Kabupaten Bandung Barat sejak berdirinya pada 2007, sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi kawasan Bandung Utara,” katanya.
Selain itu, Agung juga menyoroti rencana perluasan wilayah Kota Cimahi yang disebut akan mencaplok sebagian wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ia menilai langkah tersebut tidak tepat dan justru berpotensi menimbulkan konflik kewilayahan.
“(Kota Cimahi) harus tahu diri. Ini bukan negara kerajaan yang bisa seenaknya mengubah status wilayah. Kalau mau memperluas, ada aturan dan undang-undangnya. Tidak bisa sembarangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Cimahi yang hanya memiliki tiga kecamatan sebaiknya mempertimbangkan opsi bergabung dengan Lembang untuk membentuk daerah otonom baru yang lebih kuat.
“Pemekaran Kota Lembang diharapkan dapat membawa manfaat bagi masyarakat Lembang dan sekitarnya,” pungkas Agung. (Wit)
