“Berkaca pada beberapa kejadian di tahun ini, misalnya ada opsen pajak kendaraan bermotor yang baru diujicoba tahun 2025, nanti akan kelihatan hasilnya di tahun depan. Selain itu, untuk PBB kita tidak menaikkan tarif, jadi perlu mencari proyeksi pendapatan lain,” jelasnya.
Selain mengupayakan pendapatan baru, Pemkot Cimahi juga memperketat efisiensi belanja daerah.
Adhitia menuturkan, Wali Kota Cimahi telah memberikan arahan agar pengeluaran yang bersifat rutin dan seremonial dikurangi secara signifikan.
Baca Juga:Gattuso Siap Angkat Kaki dari Timnas Italia Jika Gagal ke Piala Dunia 2026Erick Thohir Minta Dua Hari Sebelum Buka Suara Soal Nasib Pelatih Timnas
“Beberapa poin ditekankan oleh Pak Wali Kota Cimahi untuk memotong anggaran yang sifatnya seremonial dan rutin. Ada arahan perjalanan dinas dipotong 50 persen, makan minum 50 persen, belanja ATK dan cetakan 50 persen, termasuk utilitas akan diefisiensikan,” paparnya.
Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi tersebut tidak akan mengganggu program-program prioritas yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Pemkot, kata Adhitia, tetap berkomitmen menuntaskan berbagai janji kampanye yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.
“Program prioritas seperti pemberdayaan masyarakat (PPM), sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) gratis bagi siswa sekolah swasta, hingga pembangunan sekolah baru SMP Negeri 13 Cimahi tetap akan terakomodir di tahun 2026,” tutupnya. (Mong)
