Posisi Bulan Berada Dekat dengan Bumi, BMKG Lakukan Pengamatan Munculnya Supermoon

Posisi Bulan Berada Dekat dengan Bumi, BMKG Lakukan Pengamatan Munculnya Supermoon
Ilustrasi: Penampakan Supermoon dari hasil pengamatan BMKG Stasiun Geofisika Bandung dengan detil Citra Bulan pada 18:42 WIB. (BMKG Stasiun Geofisika Bandung for Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lakukan pengamatan terhadap bulan purnama, atau biasa diebut juga Purnama Perige (Supermoon).

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, pihaknya melakukan pengamatan selama Supermoon berlangsung pada Selasa, 7 Oktober 2025.

“Supermoon terjadi saat bulan purnama, bertepatan dengan jarak terdekatnya dari bumi (perigee),” katanya kepada Jabar Ekspres, Rabu (8/10).

Baca Juga:BMKG Analisa Puting Beliung yang Terjang Bojongsoang Bandung, Bencana Hidrometeorologi MengancamBandung Raya Diselimuti Suhu Dingin, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem

Rahayu atau akrab disapa Ayu menjelaskan, ketika bulan purnama terjadi dan posisinya berdekatan dengan bumi, maka bulan terlihat lebih besar serta lebih terang dari biasanya.

“Orbit Bulan berbentuk elips, jadi kadang berada di posisi terdekat (perige) dan kadang terjauh (apoge) dari bumi,” jelasnya.

Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, kemunculan Supermoon terjadi sebagai bagian rutin dari orbit bulan terhadap bumi.

Sepanjang orbitnya, bulan berjarak sekira 360.000 dan 400.000 kilometer dari bumi. Ketika berada di titik terdekat, bulan tampak 14 persen lebih besar daripada bulan purnama di titik terjauhnya, yaitu pada titik apogee.

Jika bulan purnama dan posisinya sedang dekat dengan bumi disebut Supermoon, untuk posisi titik terjauhnya antara bulan dan bumi, biasa disebut juga dengan nama Mikromoon.

Supermoon memancarkan sekira 30 persen lebih banyak cahaya ke planet bumi, jika dibandingkan saat bulan berada pada titik terredupnya.

Hal tersebut dikarenakan, saat bulan lebih dekat, maka lebih banyak sinar matahari yang dipantulkan dari permukaan bulan mencapai bumi.

Baca Juga:BMKG Prediksi Cuaca Sepekan ke depan, Bandung Raya Diperkirakan Hujan LebatGempa Beruntun Guncang Sukabumi, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Aktif, Bukan Geothermal

Ayu menyatakan, ketika Supermoon terjadi sekira pukul 10.47 WIB, posisi bulan berada di jarak sekira 361.458 kilometer dari bumi.

“Jadi sekali lagi, Purnama Perige atau Supermoon ini, terjadi ketika bulan berada pada posisi terdekat dengan bumi, yang bertepatan dengan sekitar fase bulan purnama,” bebernya.

Ayu menerangkan, selama berlangsungnya Supermoon, membuat air pasang lebih tinggi dan air surut lebih rendah dari biasanya.

BMKG sebagai institusi pemerintah, berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009, tentang Meterologi, Klimatologi dan Geofisika, memiliki tugas dan fungsi yang salah satu tupoksinya memberikan pelayanan data tanda waktu dalam hal ini Purnama Perige (Supermoon).

“Untuk itu, Stasiun Geofisika Bandung menyampaikan informasi Supermoon. Proses mekanisme pengamatan dengan memanfaatkan teleskop,” terangnya.

0 Komentar