JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lakukan analisa terkait kondisi cuaca dan musim yang tengah dialami wilayah Provinsi Jawa Barat khususnya Bandung Raya.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, pada periode September 2025, tercatat data meterologis di Bandung Raya dan sekitarnya.
“Antara lain, data suhu maksimum absolut yang tercatat 33,3 derajat selsius dan suhu minimum absolut yang tercatat 18,4 derajat selsius,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (2/10/2025).
Baca Juga:BMKG Prediksi Cuaca Sepekan ke depan, Bandung Raya Diperkirakan Hujan LebatGempa Beruntun Guncang Sukabumi, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Aktif, Bukan Geothermal
Adapun untuk suhu rata-rata, Rahayu atau akrab disapa Ayu mengungkapkan, pihaknya mencatat di angka 24,2 derajat selsius.
“Kalau untuk kelembaban udara di wilayah Bandung Raya ini yak, tercatat rata-rata di angka 76 persen,” ungkapnya.
Ayu menjelaskan, tak hanya suhu tapi BMKG Stasiun Geofisika Bandung juga mencatat, terkait kecepatan angin rata-rata di Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung Raya.
“Kecepatan angin rata-rata 1,3 kilometer per jam, dengan nilai kecepatan angin tertinggi itu di 19,0 kilometer per jam dan arah angin terbanyak calm,” jelasnya.
Ayu menerangkan, terkait tekanan udara di Bandung Raya, rata-rata 925,2 milibar, dengan curah hujan tercatat 217.5 mm (dalam milimeter), dengan 18 hari hujan selama September 2025.
Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, serta potensi guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat cukup menghantui, Ayu mengimbau masyarakat untuk bisa tetap waspada.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” terangnya.
Baca Juga:Kapan Musim Hujan 2025 Berakhir? Ini Prediksi Lengkap BMKGBMKG Prediksi Hujan Lebat di Bandung Raya, BPBD Kabupaten Bandung Siapkan Langkah Antisipasi
Ayu menyampaikan, cuaca ekstrem yang dimaksud itu, yakni potensi yang dapat memicu banjir, genangan, dan longsor yang berdampak pada aktivitas harian maupun transportasi.
“Karena Bandung Raya sebagian besar saat ini dalam periode transisi. Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diharapkan dapat menjaga saluran drainase agar tidak tersumbat,” pungkasnya. (Bas)
