Setahun Dihantam 299 Bencana, Bandung Barat Kembali Diuji Alam

Setahun Dihantam 299 Bencana, Bandung Barat Kembali Diuji Alam
Sungai Cimeta meluap merusak sejumlah rumah di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ratusan peristiwa bencana melanda Kabupaten Bandung Barat (KBB) sepanjang tahun 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat, hingga awal Oktober 2025, sebanyak 299 kejadian bencana terjadi dan berdampak terhadap ribuan warga.

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, menjelaskan bahwa dari ratusan kejadian tersebut, tanah longsor menjadi bencana paling sering terjadi dengan jumlah mencapai 101 peristiwa. Disusul pergerakan tanah sebanyak 16 kejadian, banjir dan banjir bandang sebanyak 19 kejadian, serta cuaca ekstrem sebanyak 93 kejadian.

“Selain itu, juga terjadi 63 peristiwa kebakaran dan 5 kali gempa bumi. Dari total tersebut, dua kejadian masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB),” kata Asep saat dihubungi, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga:Efek Pemangkasan Dana Transfer Pusat Rp300 Miliar, Ruang Fiskal Bandung Barat TerhimpitDiduga Lecehkan Dua Anak di bawah Umur, Oknum Guru di Bandung Barat Ditangkap Polisi

Menurutnya, rentetan bencana tersebut menimbulkan kerusakan cukup luas, terutama pada sektor pemukiman warga. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 491 rumah dilaporkan rusak akibat terdampak bencana.

“Untuk rumah kategori rusak berat ada 132 unit, rusak sedang 112 unit, dan 247 unit rusak ringan,” ujarnya.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dan sosial yang menunjang kehidupan masyarakat.

“Ada empat sekolah, 28 ruas jalan, delapan jembatan, serta tiga bangunan masjid yang turut terdampak akibat bencana,” kata Asep.

Dari sisi dampak sosial, BPBD mencatat sebanyak 2.294 warga terdampak langsung, dengan 321 orang berada dalam kondisi terancam dan 2.263 warga sempat terendam banjir di sejumlah wilayah.

“Sepanjang tahun 2025 ini, peristiwa bencana juga mengakibatkan 13 orang terluka dan dua orang meninggal dunia,” ungkapnya.

Asep menjelaskan, wilayah Kabupaten Bandung Barat secara geografis memang memiliki potensi bencana yang cukup tinggi. Kondisi topografi yang didominasi perbukitan dan lereng curam membuat daerah ini rawan longsor, terutama saat musim hujan.

Baca Juga:Perkuat Pasar Jawa Barat, BAIC Hadirkan SUV Hybrid BJ30 di GIIAS Bandung 2025Dinkes Bandung Barat Pastikan Siswi SMKN 1 Cihampelas Meninggal Bukan karena MBG

“Sebagian besar wilayah KBB berada di kawasan rawan longsor, terutama daerah selatan dan utara seperti Cililin, Cihampelas, Gunung Halu, dan Lembang. Karenanya, kami terus mengingatkan agar masyarakat lebih siaga,” jelasnya.

Selain faktor alam, lanjut Asep, peningkatan intensitas curah hujan serta perubahan tata guna lahan juga berpengaruh terhadap tingginya potensi bencana di daerah tersebut.

Untuk itu, BPBD terus memperkuat upaya mitigasi dengan menggencarkan sosialisasi kesiapsiagaan bencana di tingkat desa dan sekolah.

0 Komentar