Polisi Klaim Tangkap Bjorka, Tapi 341 Ribu Data Anggota Polri Diobrak-abrik "Tangkap Aku di Mimpimu!"

Polisi Klaim Tangkap Bjorka, Tapi 341 Ribu Data Anggota Polri Diobrak-abrik \"Tangkap Aku di Mimpimu!\"
Polisi Klaim Tangkap Bjorka, Tapi 341 Ribu Data Anggota Polri Diobrak-abrik \"Tangkap Aku di Mimpimu!\"
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Nama Bjorka kembali jadi buah bibir publik Indonesia. Sosok misterius yang dikenal sebagai peretas dengan rekam jejak panjang membongkar data publik ini kembali membuat geger. Ironisnya, hal itu terjadi tepat setelah polisi mengumumkan berhasil menangkap seorang pemuda berinisial WFT yang disebut-sebut sebagai Bjorka.

Namun, hanya dua hari setelah konferensi pers tersebut, akun yang mengklaim sebagai Bjorka kembali muncul dengan aksi yang jauh lebih menggemparkan: merilis data 341 ribu personel Polri secara terbuka.

Data Polisi Diobrak-abrik

Dikutip dari akun @pembasmi.kehaluan.reall, data yang diduga dibocorkan Bjorka itu berformat CSV dan berisi informasi sensitif, mulai dari:

Baca Juga:Begini Cara Menghitung Personality Number dari NamaDaftar Kode Redeem FC Mobile Aktif, Klaim Gems 1.500 & Standard Pack Gratis Hari Ini

  • Nama lengkap personel
  • Pangkat dan jabatan
  • Nomor kontak pribadi
  • Persebaran anggota di berbagai wilayah Indonesia

Kebocoran data sebesar ini jelas bukan perkara sepele. Pasalnya, informasi detail aparat kepolisian yang harusnya dilindungi justru tersebar luas di internet.

Tak berhenti sampai di situ, Bjorka juga meninggalkan pesan sindiran menohok yang ditulis dalam bahasa Inggris:

  • “Since the police in Indonesia allege that they have arrested me, you can only catch me in your dreams.”

Jika diterjemahkan, artinya: “Karena polisi di Indonesia mengklaim telah menangkapku, kalian hanya bisa menangkapku dalam mimpi.”

Kalimat itu sontak viral di media sosial dan dianggap sebagai tamparan keras untuk aparat. Banyak warganet menyebut sindiran tersebut sebagai bukti nyata bahwa penangkapan WFT hanyalah salah sasaran.

Sejumlah pakar keamanan siber menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti teknis yang menunjukkan WFT benar-benar adalah Bjorka. Identitas asli sosok di balik nama Bjorka masih menjadi misteri besar yang belum terpecahkan.

Fakta bahwa akun yang mengatasnamakan Bjorka masih bisa beraksi pasca-penangkapan justru semakin menguatkan dugaan bahwa Bjorka asli masih bebas berkeliaran.

Kebocoran data polisi dalam jumlah masif ini memunculkan kekhawatiran serius. Bukan hanya menyangkut privasi aparat negara, tetapi juga menyangkut keamanan publik. Jika data aparat saja bisa dijebol, bagaimana dengan data masyarakat sipil?

Baca Juga:Simulasi KUR Mandiri Oktober 2025: Pinjaman Hingga Rp500 Juta, Cicilan Ringan untuk UMKM dan Pekerja MigranTanpa Game Penghasil Saldo Dana Gratis Bisa Dapat Rp20k Hari Ini, Buruan Klaim!

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah sekaligus alarm darurat bahwa sistem keamanan siber Indonesia masih jauh dari kata aman.

0 Komentar