JABAR EKSPRES – Nestlé Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mempercepat sertifikasi halal bagi 5.000 pelaku UMKM di Indonesia.
Kolaborasi ini ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Swiss H.E. Guy Parmelin, baru-baru ini di Jakarta.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Swiss, khususnya dalam mendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga:Axioo HYPE 3: Solusi Laptop Pelajar untuk Generasi Aktif, Rp 4Jutaan, Begini SpesifikasinyaNegara Mulai Tegas, Mediasi Plasma Sawit di Padangsidimpuan Jadi Titik Balik
“Penandatanganan MoU ini menunjukkan komitmen jangka panjang Nestlé Indonesia sebagai investor Swiss penting di Indonesia. Nestlé tidak hanya berkontribusi pada ekonomi, tapi juga membuka lapangan kerja dan bermitra dengan petani lokal,” ujar Guy Parmelin.
Berdasarkan data BPJPH, dari 66 juta pelaku usaha mikro dan kecil di Indonesia, baru sekitar 2,1 juta yang memiliki sertifikasi halal, sementara 93% konsumen menempatkan produk halal sebagai prioritas utama.
Melalui kemitraan ini, Nestlé Indonesia berkomitmen memberikan dukungan teknis dan pengembangan kapasitas agar lebih banyak UMKM dapat memenuhi persyaratan sertifikasi halal sesuai amanat UU Nomor 33 Tahun 2014.
Kepala BPJPH Dr. Ahmad Haikal Hasan mengapresiasi langkah Nestlé Indonesia yang turut berperan memperluas akses sertifikasi halal.
“Kolaborasi ini mempercepat terwujudnya ekosistem halal nasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Nestlé Indonesia Georgios Badaro menegaskan bahwa halal merupakan bagian dari komitmen kualitas dan kepercayaan perusahaan.
“Halal bukan sekadar sertifikasi, melainkan komitmen kami untuk memastikan keamanan dan ketenangan bagi keluarga Indonesia. Bersama BPJPH, kami berupaya mendukung 5.000 UMKM agar lebih berdaya saing,” ungkapnya.
Baca Juga:LokaModal 2025, UMKM Dapat Dukungan Tabungan Emas dari PegadaianJabar Terancam Darurat Sampah, Bappeda Mangkir dalam Rapat Komisi I
Nestlé Indonesia telah beroperasi lebih dari 50 tahun di Tanah Air, menanamkan investasi lebih dari USD 617 juta (sekitar Rp 8,9 triliun) dan memberdayakan ribuan peternak serta petani lokal. Sekitar 93% produk Nestlé Indonesia kini diproduksi secara lokal, memperkuat kontribusi terhadap ekonomi nasional sekaligus mendukung ekspor ke berbagai negara.
