JABAR EKSPRES – Sebanyak 21 orang yang diduga terlibat dalam praktik premanisme diamankan dalam sebuah operasi gabungan yang digelar di Kota Cimahi pada Kamis, 2 Oktober 2025. Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur aparat dan instansi, antara lain Polres Cimahi, Kodam III/Siliwangi, Pomdam, Kodim 0609, Dinas Sosial, Kesbangpol, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi instruksi pemerintah pusat untuk menekan praktik premanisme yang dinilai masih mengganggu ketertiban umum di Jawa Barat, khususnya Kota Cimahi.
“Siang ini, Polres Cimahi bersama unsur terkait menggelar operasi untuk memberantas premanisme yang masih menjadi masalah di wilayah kami,” ujar AKBP Niko saat memberikan keterangan di Mapolres Cimahi, baru-baru ini.
Baca Juga:Gandeng Vidio, Shopee Luncurkan Inovasi Fitur Belanja Interaktif Vidio Shopping untuk Dorong Pertumbuhan UMKMDiakui KLH, Operasional PGN Guyur Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
Dalam operasi ini, aparat mengamankan 21 orang yang diduga kuat terlibat dalam aktivitas premanisme. Beberapa di antaranya kedapatan membawa minuman keras yang berpotensi menimbulkan kerawanan sosial serta membahayakan masyarakat dan pengguna jalan.
“Para pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan. Jika ada indikasi tindak pidana, kasus akan kami proses sesuai hukum yang berlaku di Polres Cimahi,” tambahnya.
Selain penindakan hukum, aparat juga menertibkan sejumlah aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban umum. Polres Cimahi akan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Sosial, untuk proses pembinaan dan penanganan lanjutan.
“Kami akan koordinasikan dengan instansi terkait untuk pembinaan dan penanganan lebih lanjut. Namun jika ditemukan unsur pidana, tentu akan kami proses sesuai aturan yang ada,” tegas Niko.
AKBP Niko mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah dalam operasi gabungan ini.
Ia menekankan, pemberantasan premanisme tidak akan berhenti di Cimahi, melainkan juga diperluas ke wilayah lain seperti Kabupaten Bandung Barat dan Kecamatan Margaasih.
“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Operasi ini bagian dari komitmen kami dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Selanjutnya, kegiatan serupa juga akan dilakukan di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kecamatan Margaasih,” pungkasnya. (Mong)
