Dukung IKN Nusantara, ITB dan Universitas Mulawarman Perkuat Kader Kesehatan

ITB
Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Sekolah Farmasi menjalin kolaborasi dengan Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan.
0 Komentar

“Indonesia kaya tanaman berkhasiat seperti kelor, temulawak, dan kunyit yang terbukti meningkatkan status gizi dan imunitas. Peranan apoteker bersama kader kesehatan penting karena mereka dapat menjadi perpanjangan tangan apoteker dalam edukasi masyarakat,” lanjut Sophi.

Senada, Apt. Defri Rizaldy, Ph.D., menilai kekayaan sumber daya alam Indonesia perlu dioptimalkan untuk pengembangan obat tradisional dan pangan fungsional.

“Berdasarkan berbagai penelitian, daun katuk kaya akan protein, vitamin, dan mineral yang berperan penting dalam menunjang kesehatan,” katanya.

Baca Juga:M. Zidane- Asep Lukman Bakal Berebut Gelar Juara Trial Game Dirt 2025 di Sirkuit Lapangan tritan Poin BandungFK Unjani Edukasi Penggunaan Personal Listerning Devices dan Skrining Pendengaran pada Komunitas Pelari

Sementara itu, perwakilan Universitas Mulawarman, Dr. apt. Gayuk Kalih Prasesti, menilai kegiatan ini sejalan dengan program Seleksi Dampingan Aksi (SIDAK) yang tengah digencarkan untuk percepatan penurunan stunting di Kalimantan Timur.

“Kegiatan edukasi seperti ini sangat relevan, terutama karena Kalimantan Timur masih minim industri herbal meski memiliki potensi besar sumber daya alam lokal,” jelas Gayuk.

Program pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari kesinambungan kegiatan Sekolah Farmasi ITB sejak 2018 yang telah melatih kader kesehatan di lima wilayah berbeda di Indonesia.

Melalui kolaborasi lintas universitas ini, ITB berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke berbagai daerah untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan kemitraan pembangunan. (*)

Laman:

1 2
0 Komentar