FK Unjani Edukasi Penggunaan Personal Listerning Devices dan Skrining Pendengaran pada Komunitas Pelari

Unjani
Fakultas kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK UNJANI) Cimahi lakukan kegiatan penyuluhan tentang penggunaan personal listening devices (PLDs)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Fakultas kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK UNJANI) Cimahi bekerjasama dengan Komite Daerah PGPKT Cimahi dan Komunitas Pelari Fake Runner melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang penggunaan personal listening devices (PLDs)

Penyuluhan tersebut membahas cara penggunaan yang benar dan bahayanya, serta melakukan pemeriksaan fungsi pendengaran pelari yang menggunakan PLDs. Dilakukan juga pemeriksaan telinga dan pembersihan serumen sebelum pemeriksaan pendengaran.

Pengabdian masyarakat ini dilakukan agar para pelari mengetahui penggunaan PLDs yang benar dan deteksi gangguan dengar pada komunitas pelari di Bandung.

Baca Juga:Artist Inc: The Ultimate Roadshow Hadir di BandungLindungi Pekerja Rentan, Dinsos Kota Bandung Jalin Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci

Ketua pelaksana pengmas ini, Dr. Asti Kristianti, dr., Sp.T.H.T.B.K.L, M.Kes, yang juga merupakan Ketua Program Studi Kedokteran Tahap Profesi FK UNJANI, mengatakan bahwa dengan semakin meningkatnya popularitas penggunaan PLDs, yang kini dianggap sebagai sumber rekreasi paling popular, dapat mengakibatkan gangguan pendengaran.

Menurunya, bahaya penggunaan PDLs kurang disadari oleh sebagian pengguna. Mereka tidak menyadari jika penggunaan berlebiha berisiko kehilangan gangguan pendengaran.

”Skrining pendengaran pada komunitas pelari penting karena kelompok ini merupakan pengguna PLDs dengan risiko tinggi mengalami gangguan pendengaran akibat penggunaan yang tidak tepat,” ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada tgl 6 September 2025 di Mojo Kafe Bandung, tanggal 20 September 2025 di Madalangu Kafe, dan tanggal 23 September 2025 di Laoban by Uncle OSH Katamso Bandung.

Kegitan tersebut melibatkan Dosen Departemen Ilmu Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok dan perawat THT Rumah Sakit TK II Dustira-Cimahi, dan Mahasiswa Sarjana Kedokteran yang tengah melakukan penelitian untuk laporan skripsi.

Ada sebanyak 85 pelari diberikan penyuluhan, dilakukan pemeriksaan dan pembersihan telinga, serta pemeriksaan pendengaran.

”Edukasi mengenai penggunaan PLDs yang benar dan deteksi gangguan dengar pada komunitas pelari di Bandung ini bisa menjadi langkah awal gerakan sadar bising pada saat berolah raga,” ungkap Asti. (*)

0 Komentar