Dinkes Banjar Pastikan Kondisi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG Semakin Membaik

41 Siswa SMPN 3 Banjar Masih Dirawat Intensif, Operasional Dapur Gizi Disetop Sementara
Beberapa siswa SMPN 3 Banjar saat dirawat di RSUD Banjar, Rabu (1/10/2025). Data terbaru, sebanyak 41 siswa masih dirawat di beberapa rumah sakit dan faskes. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kondisi puluhan siswa SMP Negeri 3 Banjar yang sebelumnya diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan perkembangan yang positif.

Berdasarkan rilis resmi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar hingga Jumat (3/10/2025), sebanyak 77 dari total 81 korban telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Hanya tersisa empat orang yang masih menjalani perawatan intensif di beberapa fasilitas kesehatan. Kondisi pasien tersebut dilaporkan stabil dan terus menunjukkan tren perbaikan. Kabar baik ini tentunya menjadi angin segar bagi para orang tua dan warga sekolah yang sempat dihantui kecemasan.

Baca Juga:Trionda Resmi Jadi Bola Piala Dunia 2026, Simbol Persatuan Tiga Negara Tuan RumahMarc Marquez Siap Taklukkan Mandalika, Morbidelli Sebut Seperti Balapan di Rumah Sendiri

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H. Saefuddin, dalam menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam menangani kasus ini. “Alhamdulillah, kondisi para siswa yang dirawat sudah berangsur pulih dan mayoritas bahkan sudah bisa dipulangkan. Kami memastikan bahwa seluruh pasien mendapat perawatan intensif dan terbaik dari tenaga medis di masing-masing rumah sakit dan puskesmas,” ujar Saefuddin.

Berdasarkan data terpadu yang dihimpun Dinkes Kota Banjar per pukul 09.36 WIB, rincian korban tersebar di beberapa lokasi. RSUD Banjar menangani total 32 penderita, dan seluruhnya telah dipulangkan tanpa ada pasien yang tersisa.

Sementara itu, Rumah Sakit Mitra Idaman merawat 16 orang, di mana 15 di antaranya telah pulang dan satu orang masih dalam pemulihan.

Di RS Patroman, dari 28 penderita yang tercatat, 25 orang dinyatakan sembuh dan tiga orang masih menjalani observasi medis. Adapun Klinik PKU Muhammadiyah hanya menangani satu penderita yang juga telah diizinkan pulang.

Selain perawatan inap, terdapat pula sejumlah siswa yang menjalani perawatan jalan. Puskesmas Pataruman 1 menangani satu kasus, Puskesmas Banjar 3 menangani satu kasus, dan Puskesmas Pataruman 3 menangani dua kasus.

“Dengan demikian, total akumulasi kasus diduga keracunan makanan dalam klaster SMPN 3 Banjar ini mencapai 81 orang. Dari jumlah tersebut, 77 orang dinyatakan sembuh dan empat orang masih dirawat, menunjukkan tingkat kesembuhan yang sangat tinggi,” katanya.

Meski krisis kesehatan ini mulai mereda, H. Saefuddin menegaskan bahwa investigasi untuk mengungkap akar permasalahan dan titik sumber keracunan masih terus digalakkan. Tim serta instansi terkait lainnya masih menunggu pemeriksaan mendalam terhadap sampel makanan.

0 Komentar