JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan segera memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan proses sertifikasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan.
“Setelah dihitung dan di-breakdown, tidak kurang dari 14 hari seluruhnya selesai. Hari ini pun sudah kami hadirkan Ketua Umum Hakli untuk menyampaikan tindak lanjutnya,” kata Dadang di Soreang, Kamis (2/10/2025).
Baca Juga:Liverpool Krisis Jelang Duel Kontra Chelsea, Alisson dan Ekitike Dipastikan AbsenDrama Detik Terakhir: Launching Nama Baru Stasiun Cirebon Mendadak Dibatalkan, BT Batik Trusmi Kecewa Berat
Ia menjelaskan, dari 147 SPPG yang sudah beroperasi, setiap unit diwajibkan mengirim minimal 20 relawan untuk mengikuti pelatihan higienis. Pelatihan itu menjadi salah satu syarat utama keluarnya SLHS.
“Relawan akan dilatih agar tidak ada lagi kesalahan dalam memasak maupun penyaluran makanan ke penerima manfaat. Ini juga agar kualitas makanan yang disajikan tetap higienis,” tegasnya.
Kang DS sapaan akrabnya menyebut pelatihan massal akan dimulai pada 7 Oktober mendatang, dengan jumlah peserta sekitar 6.000 orang. Mereka akan dibekali keterampilan teknis menjaga kualitas makanan, dari proses memasak hingga distribusi.
“Ini otomatis didata, dan sekitar 6.000 orang akan kita latih supaya hasil masak benar-benar higienis,” jelasnya.
Langkah percepatan sertifikasi higienis ini, menurutnya, merupakan bentuk antisipasi agar tidak terjadi kasus keracunan massal yang terjadi seperti di sejumlah daerah lain.
“Sebelum ada kejadian di daerah lain, kami sudah berdiskusi dengan Forkopimda. Inilah langkah konkret dari Pemkab Bandung bersama Forkopimda, salah satunya melalui percepatan dapur SPPG ini,” ujarnya.
