Jadi Korban Salah Tangkap, Keluarga Very Kurnia: Mohon Bebaskan Anak Saya

Jadi Korban Salah Tangkap, Keluarga Very Kurnia: Mohon Bebaskan Anak Saya
Pihak keluarga memperlihatkan foto Very Kurnia kepada awak media di Balai warga RW 05 Cihampelas, Kota Bandung, belum lama ini. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dari balik kaca ruang besuk Polda Jawa Barat (Jabar), Iyen Rumaningsih melihat anak sulungnya dalam kondisi yang membuat hatinya remuk. Kedua mata lebam, bola matanya merah, pelipis membiru, dan wajah penuh benjolan.

Iyen tidak bisa menahan tangis ketika bertanya pelan, “Aa, apakah penyiksaan yang dialami hanya saat momen (penangkapan) itu saja?” cerita Iyen kepada wartawan di Balai RW 5 Cihampelas, beberapa waktu lalu.

Melalui balik kaca, Very membisik secara pelan kepada ibunya tersebut, “Mah, jangan ribut. Sampai sekarang saya masih disiksa. Dikepret dan ditendang.”

Baca Juga:PSG Tundukkan Barcelona Lagi! Luis Enrique Puji Semangat Juang Anak AsuhnyaLiverpool Krisis Jelang Duel Kontra Chelsea, Alisson dan Ekitike Dipastikan Absen

Seketika Iyen tersentak. Cemas menyelimuti dirinya usai mengetahui nasib buruk yang dialami anaknya. Seorang anak yang hanya sibuk bekerja sebagai tukang antar galon itu, diringkus polisi dan dituduh terlibat aksi demonstrasi di Kota Bandung, pada periode aksi 28-30 Agustus 2025.

Dirinya merasa tak ada lagi yang bisa lakukan selain memohon. “Tolong bebaskan anak saya. Dia cuman tukang antar galon,” ujarnya lirih kepada polisi yang berjaga.

Awal mula semua itu terjadi, pada Sabtu (30/8) malam. Very berboncengan dengan sahabatnya, Rafly, menuju sebuah angkringan di Dipatiukur. Lantaran ada kemacetan menuju lokasi, mereka parkir motor tidak jauh dari sana.

Rafly masih ingat betul, Very turun lebih dulu. “Dia bilang ke saya, tunggu sebentar,” katanya. Tak lama, kerumunan massa berlari dari arah Gasibu, diikuti polisi berpakaian hitam lengkap dengan senjata. Rafly panik, menunggu Very kembali. Tapi temannya tak pernah muncul lagi.

Kabar penangkapan pertama kali dipastikan Debbie, paman Very. Malam itu dia akhirnya bisa menelepon ponsel keponakannya. Jawaban yang terdengar justru suara asing dengan nada kasar.

Tak lama, suara Very muncul sebentar, ponakan memastikan dirinya berada di Polda. Debbie langsung bergegas ke markas di Jalan Soekarno Hatta. Namun dia hanya mendapat jawaban singkat dari petugas yang menyarankan untuk datang kembali esok hari.

Berhari-hari Debbie menunggu. Jawaban polisi selalu sama. Penyidikan masih berjalan. Baru pada Senin pagi, dirinya diperbolehkan bertemu. Di ruang penyidik, Very menceritakan kronologi penangkapannya.

0 Komentar