Hari Kesaktian Pancasila, Wakil Wali Kota Cimahi Serukan Persatuan dari Daerah

Hari Kesaktian Pancasila, Wakil Wali Kota Cimahi Serukan Persatuan dari Daerah
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira/Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah dinamika bangsa yang kian kompleks, peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025 menjadi momentum untuk kembali menegaskan arti persatuan.

Dari Kota Cimahi, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyuarakan pesan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan jiwa yang terus menyatukan bangsa dalam menghadapi setiap tantangan zaman.

“Sejarah mencatat bangsa ini pernah diuji dengan berbagai perpecahan. Namun dari gelapnya sejarah, Pancasila berdiri tegak sebagai cahaya persatuan,” ujar Adhitia usai peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Rabu (1/10/25).

Baca Juga:Mbappe Akui Tak Puas Meski Cetak Hat-Trick saat Madrid Pesta Gol ke Gawang Kairat AlmatySlot Soroti Cedera dan Rotasi Pemain Usai Liverpool Tumbang di Markas Galatasaray

Adhitia menegaskan, perjalanan bangsa tidak pernah lepas dari ujian mulai dari konflik politik, ancaman disintegrasi, hingga derasnya gelombang globalisasi.

Namun, selama api Pancasila tetap menyala, anak bangsa diyakini akan mampu bertahan dan bergerak maju.

“Dari Cimahi, mari kita rawat kebersamaan, kita jaga persatuan, dan kita amalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah,” pesannya.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang penuh tantangan.

Dari pemberontakan, polarisasi ideologi, hingga pertarungan kepentingan, fondasi kebangsaan kerap diguncang. Namun Pancasila selalu hadir sebagai titik temu, membangun jembatan di atas jurang perpecahan.

Meski sejarah kelam telah berlalu, wajah tantangan bangsa kini hadir dalam bentuk baru. Disrupsi digital, arus hoaks, politik identitas, hingga krisis kepercayaan publik terhadap institusi menjadi ancaman serius yang berpotensi meretakkan sendi persatuan.

Kondisi ini, menurut banyak kalangan, menjadi ujian nyata apakah Pancasila masih benar-benar dihayati atau hanya sebatas slogan.

Baca Juga:BSI Bantu Evakuasi Musibah Pesantren di Jawa TimurZidane Ogah Tangani MU? Ini Dua Syarat Mutlak yang Harus Dipenuhi!

Adhitia pun menekankan, nilai Pancasila tidak boleh berhenti pada retorika, melainkan harus hadir nyata dalam kebijakan publik, sikap hidup, dan solidaritas masyarakat.

Cimahi, lanjut Adhitia, tumbuh sebagai kota urban dengan dinamika pesat, turut menghadapi masalah khas perkotaan arus migrasi, ketimpangan sosial, dan tekanan pembangunan.

Situasi ini, kata Adhitia, merupakan bagian dari ujian lokal yang sesungguhnya merefleksikan tantangan nasional.

“Penguatan nilai kebersamaan harus dimulai dari daerah, dari komunitas terkecil, hingga bergaung di level nasional. Karena hanya dengan itu, Indonesia akan terus berdiri kokoh,” tegasnya.

0 Komentar