JABAR EKSPRES – Tekanan terhadap Ruben Amorim sebagai manajer Manchester United makin tak terbendung setelah kekalahan 1-3 dari Brentford dalam lanjutan Premier League pekan keenam musim 2025/2026, Sabtu (27/9/2025).
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi MU yang sebelumnya tampil cukup meyakinkan dengan kemenangan atas Chelsea. Sayangnya, momentum itu gagal dilanjutkan.
Dalam laga kontra Brentford, MU tampil buruk sejak menit awal. Dua gol cepat dari Igor Thiago membuat para pemain MU terlihat gugup dan kehilangan arah permainan.
Baca Juga:Resmi! Indra Sjafri Kembali Nahkodai Timnas U-23 untuk SEA Games 2025Marc Marquez Taklukkan Cedera, Samai Rekor Valentino Rossi di Puncak MotoGP
Benjamin Sesko sempat membangkitkan asa lewat gol perdananya untuk klub, namun peluang emas dari titik penalti yang gagal dieksekusi Bruno Fernandes menjadi titik balik negatif.
Malapetaka makin lengkap ketika Mathias Jensen mencetak gol ketiga untuk Brentford di masa injury time, mengunci kemenangan tim tuan rumah dan memperdalam luka MU.
Hasil ini membuat Manchester United tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara Liga Inggris, dengan hanya tujuh poin dari enam laga—sebuah start yang mengecewakan.
Ketidakmampuan Amorim dalam menghadirkan kestabilan performa mulai memunculkan keraguan besar di tubuh manajemen klub maupun fans.
Situasi ini memunculkan kembali nama besar Zinedine Zidane sebagai kandidat potensial untuk menggantikan Ruben Amorim di kursi panas Old Trafford.
Zidane memang sudah lama absen dari dunia kepelatihan sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021. Namun, reputasinya sebagai pelatih dengan tiga trofi Liga Champions tetap membekas.
Menurut Emmanuel Petit, mantan rekan Zidane di Timnas Prancis, Zidane akan sangat selektif dalam memilih klub yang akan dilatihnya.
Baca Juga:Belum Pulih Total, Berguinho Tetap Masuk Skuad Persib Hadapi Bangkok UnitedPencabutan ID Pers Jurnalis CNN, Istana Siap Bangun Komunikasi dan Dewan Pers Minta Akses Dipulihkan
Petit menyebut bahwa Zidane memiliki dua syarat utama jika ingin kembali melatih—termasuk jika tawaran datang dari klub sebesar Manchester United.
Syarat pertama adalah jaminan kualitas pemain dan kestabilan manajemen klub. Zidane dikabarkan enggan terlibat dalam proyek yang tak jelas arahnya.
“Lingkungan MU sudah lama tidak sehat. Ekspektasi klub masih tinggi, tapi level pemain dan kestabilan di kursi pelatih sangat berbeda dengan masa kejayaan mereka,” kata Petit.
Syarat kedua berkaitan dengan kemampuan komunikasi. Zidane, yang lama menetap di Madrid, belum fasih berbahasa Inggris dan itu bisa jadi masalah besar dalam mengelola ruang ganti.
