Asep menilai kebijakan ini bukan hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas tambang.
“Tapi kebanyakan masyarakat sekitar yang bergantung hidupnya dari hasil tambang karena banyak pekerja lepas di sini,” katanya.
Ia menambahkan, di wilayah Bogor Barat banyak masyarakat yang bekerja sebagai sopir, kuli pecah batu, dan pekerja tambang lepas lainnya. Menurutnya, pendapatan mereka sangat bergantung pada adanya pesanan dari konsumen.
Baca Juga:Demul Batasi Tambang Parungpanjang hingga Akhir 2025, Produksi Dipangkas 50 PersenPemkab Bogor Fokus Perkuat Transportasi Publik Ramah Lingkungan
“Itu kan pekerja lepas, tidak ada ikatan, yang memang hasilnya itu dari situ, dari hasil itu aja. Kalau ada konsumen ya dapat uang, kalau nggak ada ya nggak dapat sama sekali,” pungkasnya.
