JABAR EKSPRES – Sebanyak 15 orang korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Mereka merupakan bagian dari total 1.315 korban keracunan yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB dari tiga insiden berbeda selama sepekan terakhir.
Plt Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia N. Sukandar, menyampaikan bahwa 15 pasien tersebut dirawat akibat gejala serius mulai dari mual, pusing, sesak, hingga kejang-kejang setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Baca Juga:Soal Sampah Dapur MBG, Pemkab Bogor: hanya Bisa Intervensi!Marak Keracunan MBG, Menko Zulas: Setiap SPPG Harus Punya SLHS!
Rinciannya, 11 pasien masih ditangani di RSUD Cililin, sementara masing-masing dua pasien lainnya dirawat di RS Dustira Cimahi dan RS Karisma Cimareme.
“Data yang kita himpun hingga 28 September 2025 pukul 22.00 WIB, ada 15 pasien masih dirawat. Sedangkan 1.300 pasien lainnya sudah pulih dan dipulangkan ke rumah,” ujar Lia saat dikonfirmasi, Senin (29/9/2025).
Dinas Kesehatan KBB bersama Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) tengah menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal.
Menurut Lia, hasil uji laboratorium biasanya keluar dalam lima hari kerja, sehingga diperkirakan dapat diketahui pada Jumat (3/10/2025) atau paling lambat Senin (6/10/2025).
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Tes dilakukan terhadap sampel makanan dari tiga dapur penyedia MBG, juga sampel muntahan pasien yang sempat dikumpulkan di lokasi kejadian,” jelasnya.
Adapun tiga SPPG (Sentra Penyedia Pangan Gratis) yang diperiksa meliputi SPPG Makmur Kaya di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor SPPG Maju Jaya di Desa Neglasari, Kecamatan Cipongkor serta SPPG Mekarmukti di Kecamatan Cihampelas.
Selain makanan, Dinkes juga menguji dua kantong muntahan milik pasien keracunan untuk mendapatkan pembanding uji laboratorium.
Baca Juga:Cegah Keracunan Makanan Gratis, DPRD Cimahi Panggil Pengelola MBGTernyata ini Penyebab Keracunan MBG yang Dialami 1.333 Siswa di Bandung Barat
“Kami sempat mengambil dua kantong muntahan dari pasien saat kejadian karena langsung berada di lokasi,” tandas Lia.
Kasus keracunan MBG di Bandung Barat mencuat sejak Senin (22/9/2025) hingga Rabu (24/9/2025). Ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di KBB mengeluhkan gejala serupa usai menyantap menu MBG. Dari catatan Dinkes, kasus tersebut terjadi di tiga lokasi berbeda dan menimpa 1.315 orang.
