Rubaitun menegaskan, motivasi dibutuhkan oleh semua anak, bahkan oleh siswa yang pintar sekalipun.
“Tentu kan setiap orang juga butuh motivasi, anak pintar juga butuh motivasi ya kan. Apalagi mungkin ada anak yang masalah-masalahnya itu bisa jadi masalah dalam keluarga atau gimana. Karena kita nggak tahu ya,” jelasnya.
Visi besar dari kegiatan ini, menurut Rubaitun, adalah menanamkan nilai-nilai positif dan membangun karakter yang baik di kalangan siswa.
Baca Juga:Kuota 8 Persen Suporter Timnas Indonesia di Arab Saudi Tak IdealTerungkap! Alasan Mees Hilgers dan Marselino Tak Dipanggil Timnas Indonesia, Ternyata…
“Anak-anak tuh berakhlak gitu kan ya. Jadi bisalah menanamkan nilai-nilai positif, karakter-karakter positif. Seperti karakter malas itu kan nggak bagus, jadi diganti dengan karakter yang positif, rajin, terus membantu orang. Seharusnya meningkatkan lah,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Amin, menambahkan bahwa seminar ini berfokus pada penguatan motivasi sekaligus pembentukan karakter.
“Tujuannya jelas, agar anak-anak lebih semangat belajar. Yang sudah semangat, semakin bersemangat. Dari sisi akhlak dan karakter juga harus lebih baik. Harapannya, kegiatan ini bisa meningkatkan motivasi positif sekaligus menekan kasus siswa-siswa yang siswa yang kurang disiplin,” kata Amin.
Amin mengakui, setidaknya 300 siswa tercatat memiliki catatan konseling, mulai dari masalah motivasi, keluarga, hingga kebiasaan bolos. Dengan adanya kegiatan tahunan ini, ia optimistis dampak negatif bisa diminimalisir.
Hal senada disampaikan Guru BK, Listia Fitriani. Menurutnya, masalah utama memang terletak pada kurangnya motivasi serta pengaruh lingkungan keluarga.
“Ada siswa yang bilang memang malas, ada juga karena masalah keluarga, atau karena kondisi kesehatan. Tapi dengan adanya seminar ini, setidaknya mereka mendapatkan tambahan motivasi,” ujar Listia.
Ia menegaskan kembali soal pengaruh gadget. Kecanduan gadget memang nyata, katanya. Ada siswa yang sulit lepas dari game.
Baca Juga:Persib Siap Tempur Lawan Persita, Hodak Optimistis Tren Positif BerlanjutRealisasi FLPP di Jawa Tengah Mencapai 15.414 unit Rumah, Program 3 Juta Rumah Terus Digenjot
“Untungnya, kebijakan sekolah yang tegas melarang siswa membawa HP tanpa keperluan pembelajaran bisa menekan dampaknya,” tandasnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret MTSN Kota Cimahi untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, disiplin, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Mong)
