Benarkah Gumpalan Awan Besar Berpetir di Barat Bandung Tanda Malapetaka?

Benarkah Gumpalan Awan Besar Berpetir di Barat Bandung Tanda Malapetaka?
Benarkah Gumpalan Awan Besar Berpetir di Barat Bandung Tanda Malapetaka?
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Fenomena langit kembali menjadi sorotan publik. Warga Bandung hingga Garut dibuat heboh setelah beredar video penampakan gumpalan awan besar yang memancarkan kilatan cahaya layaknya petir pada Senin petang, 22 September 2025.

Video tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu rasa penasaran warganet. Pasalnya, meski terlihat cahaya kilat yang menyala-nyala, tidak terdengar suara petir ataupun gemuruh guntur.

Sekitar pukul 18.00 WIB, warga Cikutra, Bandung, menyaksikan gumpalan awan berwarna gelap dengan semburat jingga di langit barat. Sesekali, cahaya kilat menyambar dari dalam awan tanpa menimbulkan suara. Fenomena langka ini pun direkam warga dan segera viral.

Baca Juga:Cara Daftar KJMU Tahap II 2025 Online, Dapat Bantuan Rp9 Juta per SemesterCara Dapat Saldo DANA GRATIS Rp200.000 Langsung Cair

Tak hanya di Bandung, peristiwa serupa juga dilaporkan terlihat di Majalaya, Baleendah, Dayeuhkolot, hingga Garut.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan petir intra-cloud (IC), yaitu kilatan listrik yang terjadi di dalam awan cumulonimbus.

“Fenomena ini adalah proses alami pembentukan awan cumulonimbus. Cahaya terlihat jelas, tetapi tidak selalu disertai suara guntur yang keras,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan satelit, awan cumulonimbus memang terbentuk di wilayah Bogor dan bergerak ke arah perbatasan Banten. Fenomena serupa juga muncul di Sukabumi. Menurut Rahayu, kondisi tersebut menandakan aktivitas konvektif yang tinggi di Jawa Barat bagian tengah hingga barat.

Munculnya petir dalam awan seringkali dikaitkan dengan hal-hal mistis atau pertanda buruk. Namun BMKG menegaskan bahwa fenomena ini bukan tanda malapetaka, melainkan kejadian alamiah di wilayah tropis.

Meski begitu, keberadaan awan cumulonimbus tetap perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan:

  • Hujan deras,
  • Angin kencang,
  • Sambaran petir ke permukaan bumi.

Prakiraan Cuaca Jawa Barat

Menurut BMKG Jawa Barat, potensi hujan di kawasan ini masih dipengaruhi dinamika atmosfer, antara lain:

Baca Juga:Simulasi Tabel KUR BRI 2025: Pinjam Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp21 RibuanCara Edit Foto Polaroid AI Masa Kecil Viral Gratis

  • Gelombang Equatorial Kelvin yang aktif,
  • Kehangatan suhu permukaan laut,
  • Sirkulasi siklonik di barat Sumatera yang memicu pola pertemuan angin (konvergensi),
  • Labilitas atmosfer kategori ringan hingga kuat yang mendukung pembentukan awan konvektif lokal.

Adapun prakiraan hujan disertai petir dan angin kencang pada beberapa hari ke depan meliputi:

0 Komentar