Dengan status kepemilikan yang sudah clear, Wali Kota segera mencanangkan agenda prioritas, yaitu merevitalisasi Alun-Alun Banjar. Namun, ia memiliki visi yang lebih besar. Revitalisasi tidak boleh dilakukan secara parsial. Sudarsono berencana mengajukan paket revitalisasi yang menyatukan Alun-Alun dengan bangunan ikonik di sebelahnya, yaitu Mesjid Agung Banjar, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Kedepan saya ingin revitalisasi yang dilakukan tidak hanya menata Alun Alun saja, namun berbarengan satu kesatuan dengan bangunan mesjid agungnya,” jelasnya.
Dengan diperolehnya sertifikat kepemilikan Alun-Alun Banjar, pemerintah kota kini memiliki landasan yang kuat untuk mewujudkan ruang publik yang lebih representatif dan berdaya tarik.
Rencana ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, Pemkot Banjar pernah mengusulkan anggaran revitalisasi sebesar Rp42 miliar, namun gagal terealisasi karena terbentur persoalan dasar, yaitu status aset Alun-Alun yang belum jelas. Kini, hambatan utama itu telah sirna. Sudarsono mengaku telah menyampaikan rencana besarnya ini secara langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Ia berharap kedepan jika Alun-Alun dan Mesjid Agung berhasil direvitalisasi dapat menjadi maskot kebanggaan baru Kota Banjar.
Baca Juga:Nikmati Pemandangan Gunung Tangkuban Perahu Lewat “Mountain Gateway Package” dari ibis Bandung PasteurBertemu KDM, Wali Kota Banjar Sudarsono Usulkan Tiga Permohonan Bantuan Infrastruktur
Tidak berhenti di situ, Wali Kota juga memanfaatkan momentum ini untuk meminta perhatian pemerintah provinsi dalam menata daerah perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah di Kecamatan Purwaharja. Daerah ini merupakan pintu gerbang utama masuk ke Jawa Barat dari arah timur. “Saya meminta bantuan Pak Gubernur agar daerah perbatasan dipercantik, mengingat Banjar khususnya daerah perbatasan ini merupakan pintu gerbang masuk ke Jawa Barat,” pungkas Sudarsono. (CEP).
