JABAR EKSPRES – Upaya mengatasi persoalan sampah di Kota Cimahi tidak lagi hanya bertumpu pada pengangkutan dan pengolahan di hilir. Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai memperkuat fondasi perubahan perilaku masyarakat dari lingkungan sekolah dengan menjadikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai ruang edukasi pengelolaan sampah bagi peserta didik baru.
Program tersebut digelar selama pelaksanaan MPLS pada 13–17 Juli 2026 dengan menyasar seluruh sekolah tingkat dasar dan menengah pertama di Kota Cimahi, yakni 119 SD dan 48 SMP.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, DLH Cimahi menerjunkan 56 personel. Sebanyak 40 di antaranya bertugas sebagai Tim Sosialisasi dan Edukasi yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Baca Juga:Wabup Tasikmalaya Tagih Janji Gubernur, Minta Perbaikan Jalan Taraju Segera DirealisasikanJNE Gelar JLC Member Gathering Perdana di Bandung, Bekali Pelaku Usaha Strategi Bisnis dan Perluas Jejaring
Langkah ini dilakukan dengan keyakinan bahwa pendidikan lingkungan merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang memiliki karakter peduli terhadap lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengatakan rangkaian kegiatan MPLS tersebut diawali dengan pembukaan resmi oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, di Command Center.
“Sebanyak 167 sekolah yang bergerak kita laksanakan. Alhamdulillah Dinas Lingkungan Hidup bisa mengunjungi semuanya dengan melaksanakan pengenalan tentang lingkungan, khususnya tentang sampah,” ujar Chanifah saat ditemui di SDN Baros Mandiri 4 Cimahi, Jumat (17/7/2026).
Menurut Chanifah, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di sekolah melalui edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar, penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), hingga pembiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Serta pembiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Momentum MPLS ini dipilih sebagai langkah strategis untuk membentuk karakter peserta didik baru agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekolah maupun lingkungan di tempat tinggal,” ujarnya.
Ia menilai pembentukan kebiasaan tersebut juga memiliki dampak jangka panjang terhadap upaya menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
“Terkait dengan menurunkan ritase sampah di Kota Cimahi, kalau semuanya bisa melakukan pemilahan dengan baik, diharapkan juga akan bisa mengurangi ritase yang harus ke TPA Sarimukti,” katanya.
