JABAR EKSPRES – Kelalaian memadamkan tungku masak tradisional atau hawu kembali memicu kebakaran di Kota Cimahi. Insiden yang terjadi di kawasan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kamis (16/7/2026) malam, nyaris merembet ke empat bangunan di sekitarnya.
Beruntung, respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi mampu mencegah kebakaran meluas hanya dalam hitungan menit.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Taman Bukit Cibogo Nomor 8, RT 01 RW 17, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan.
Baca Juga:Masuk Musim Kemarau, TPA Sarimukti Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi KebakaranDipicu Api dari Tungku Tradisional, Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Cineam
Laporan kebakaran diterima petugas Damkar Kota Cimahi pada pukul 23.57 WIB. Tak berselang lama, tim langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 00.02 WIB dengan response time hanya lima menit.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana menjelaskan objek yang terbakar merupakan area tempat pembakaran tradisional.
“Penyebabnya adalah penggunaan tungku masak tradisional ‘Hawu’ yang tidak dimatikan sempurna,” kata Aep saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).
Aep menjelaskan, luas area keseluruhan lokasi mencapai 105 meter persegi, sementara bagian yang terdampak kebakaran sekitar 14 meter persegi.
Dalam proses pemadaman, Damkar Kota Cimahi mengerahkan dua unit mobil pancar dan satu unit rescue dengan total delapan personel. Akses menuju lokasi yang sempit menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas saat melakukan penanganan.
Meski demikian, upaya pemadaman berlangsung cepat sehingga api tidak sempat merembet lebih luas.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian, namun kerugian materi ditaksir Rp1.000.000. Sementara bangunan senilai Rp600.000.000 dari 4 bangunan dan isi barang senilai Rp200.000.000 berhasil diselamatkan. Sebanyak 3 jiwa juga berhasil dievakuasi dengan selamat,” tutur Aep.
Baca Juga:Manfaatkan Perjanjian Dagang, Mendag Dorong Ekspor Industri Padat Karya Tagana Kabupaten Tasik Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Cibalanarik
Berdasarkan hasil penelusuran petugas, kebakaran bermula saat pelapor menggunakan tungku tradisional untuk merebus air pada sore hari. Setelah selesai digunakan, tungku tersebut ternyata tidak dipadamkan secara sempurna hingga bara api masih menyala.
Memasuki malam hari, bara api kembali membesar dan memicu kebakaran. Anak pemilik rumah yang mengetahui kobaran api langsung panik dan segera menghubungi petugas Damkar Kota Cimahi.
“Api kemudian membesar di malam hari hingga anak korban panik dan melapor ke Damkar. Penanganan selesai pukul 00.55 WIB dan petugas kembali ke Mako pukul 01.00 WIB,” tandas Aep.
